Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Sepekan, Ini Syaratnya

2 hours ago 2

Newswire

Newswire Selasa, 22 September 2026 19:37 WIB

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Sepekan, Ini Syaratnya

Sejumlah kapal niaga milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026. Menyusul pengumuman Teheran bahwa selat tersebut akan tetap ditutup di tengah ketegangan yang terus berlangsung antara AS dan Iran, ketidakpastian mengenai lalu lintas kapal masih berlanjut di salah satu titik transit energi dan perdagangan paling krusial di dunia./Antara-Fatemeh Bahrami- Anadolu Agency

Harianjogja.com, JAKARTA—Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari apabila Amerika Serikat (AS) lebih dulu mengambil langkah untuk meredakan tekanan militer. Tawaran tersebut disampaikan seorang pejabat senior Iran kepada Kyodo News pada Selasa (22/9/2026).

Menurut pejabat tersebut, tawaran membuka Selat Hormuz telah disampaikan kepada pihak mediator sebagai bagian dari upaya Iran menghidupkan kembali perundingan dengan AS.

Langkah itu disebut sebagai itikad baik Iran untuk memulai kembali pembicaraan dengan Washington. Tujuannya adalah mendorong berakhirnya permusuhan antara kedua negara secara permanen.

Momentum Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada pekan ini juga akan dimanfaatkan Iran untuk melakukan pembicaraan dengan sejumlah negara yang selama ini berperan sebagai mediator.

Meski demikian, pejabat senior Iran tersebut memastikan tidak akan ada pertemuan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump di sela-sela agenda PBB tersebut.

Upaya untuk mencapai kesepakatan akhir, menurut dia, masih terus diperjuangkan.

"Masih ada kemungkinan suatu kesepakatan dapat tercapai," katanya.

Pejabat tersebut juga mengingatkan AS agar menunjukkan keseriusan dan komitmen apabila ingin jalur diplomasi antara kedua negara terus berjalan.

Prancis Dorong Kerja Sama dengan India

Di tengah upaya diplomasi Iran dan AS, Prancis juga berupaya memperkuat kerja sama dengan India untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot bertemu Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 21 September 2026. Kementerian Luar Negeri Prancis menyebut keduanya menekankan pentingnya kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.

Barrot mengusulkan agar India bekerja sama dengan Prancis dalam persoalan tersebut. Menurut Prancis, kebebasan navigasi di kedua selat strategis itu penting bagi stabilitas dan kemakmuran Eropa serta Asia.

Dalam pembicaraan tersebut, Barrot juga kembali menyinggung inisiatif Prancis-Inggris yang diluncurkan untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi perhatian internasional karena aktivitas pelayaran di jalur tersebut mengalami tekanan di tengah konflik dan ketegangan Iran-AS. Data pelacakan kapal yang dikutip Reuters sebelumnya menunjukkan jumlah kapal komersial yang melintas sempat turun tajam.

Prancis Sambut Mediasi Pakistan

Barrot secara terpisah juga bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar untuk membahas perkembangan situasi di kawasan.

Dalam pertemuan tersebut, Barrot menyambut baik upaya mediasi Pakistan antara Iran dan AS. Prancis juga menekankan perlunya negosiasi yang seluas-luasnya dan inklusif.

Negosiasi tersebut diharapkan dapat membantu mengamankan pasokan energi, sekaligus menangani secara berkelanjutan ancaman yang disebut Prancis berkaitan dengan Iran di bidang nuklir, rudal balistik, dan kawasan.

Upaya diplomasi tersebut berlangsung ketika berbagai negara berusaha mendorong jalur pembicaraan di tengah ketegangan yang masih berlangsung. Iran sendiri, melalui tawaran pembukaan Selat Hormuz dalam tujuh hari, menempatkan deeskalasi militer AS sebagai langkah awal yang diharapkan dapat membuka kembali ruang perundingan.

Sementara itu, perkembangan mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz juga menjadi perhatian negara-negara lain karena jalur tersebut berkaitan dengan perdagangan dan pasokan energi internasional. Prancis dan India pada pertemuan di New York kembali menegaskan pentingnya kebebasan navigasi di Hormuz dan Bab el-Mandeb.

Dengan demikian, diplomasi Iran-AS kini berjalan bersamaan dengan upaya sejumlah negara, termasuk Prancis, India, dan Pakistan, untuk membuka ruang negosiasi serta menjaga kelancaran navigasi di jalur laut strategis tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|