Aprilia Dominan di MotoGP 2026, Tapi Marc Marquez Tetap Ditakuti

2 hours ago 5

Harianjogja.com, JOGJA— Dominasi Aprilia pada paruh musim MotoGP 2026 belum membuat tim pabrikan asal Noale itu merasa aman. Meski dua pembalapnya berhasil meraih kemenangan di sejumlah seri dan menguasai papan atas klasemen, Aprilia menilai persaingan gelar juara dunia masih sangat terbuka.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, bahkan secara khusus mengingatkan timnya agar tidak lengah terhadap potensi kebangkitan Marc Marquez dan Ducati pada sisa musim ini.

Saat ini, Jorge Martin memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 dengan keunggulan 31 poin atas rekan setimnya di Aprilia Racing, Marco Bezzecchi. Pembalap Italia itu kembali tampil kompetitif setelah pulih dari cedera dan menjalani comeback pada GP Inggris di Silverstone.

Sementara itu, pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, turun ke posisi ketiga klasemen setelah gagal finis akibat kecelakaan di Silverstone. Rider asal Jepang tersebut kini tertinggal 37 poin dari Martin.

Di belakang trio Aprilia, juara dunia bertahan Marc Marquez menempati posisi keempat dengan selisih 40 poin dari puncak klasemen. Tepat di belakangnya, pembalap VR46 Ducati, Fabio Di Giannantonio, hanya terpaut satu angka dan terus memberikan tekanan dalam perebutan posisi lima besar.

Rivola Minta Aprilia Tetap Fokus

Meski kondisi klasemen terlihat menguntungkan, Rivola menegaskan timnya belum boleh berbicara terlalu jauh soal peluang juara.

Menurut dia, musim masih menyisakan sekitar sembilan hingga sepuluh seri balapan. Artinya, masih tersedia antara 333 hingga 370 poin yang bisa diperebutkan para pembalap.

Karena itu, ia meminta seluruh personel Aprilia tetap fokus pada pekerjaan sehari-hari dan tidak terjebak dalam euforia posisi klasemen saat ini.

"Menurut saya, lebih baik kita fokus pada pekerjaan harian dan apa yang menanti di balapan berikutnya (Aragon), di mana sejarah mencatat bahwa Marquez adalah penguasanya," ujar Rivola seperti dikutip dari Crash, Jumat (14/8/2026).

Pernyataan tersebut merujuk pada rekor impresif Marquez di Sirkuit MotorLand Aragon. Lintasan itu selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu arena favorit pembalap asal Spanyol tersebut.

Ducati Tetap Jadi Tolok Ukur

Rivola juga menilai Ducati masih merupakan kekuatan utama yang harus dikalahkan, meski performa Marquez sedikit menurun pada GP Inggris.

Menurutnya, ancaman Ducati tidak hanya datang dari Marquez. Pembalap lain seperti Alex Marquez juga tetap mampu menunjukkan kecepatan yang membuat mereka berpotensi merebut kemenangan kapan saja.

Kondisi tersebut membuat Aprilia tidak ingin terlena hanya karena saat ini berhasil menguasai klasemen sementara.

Selain itu, Ducati dinilai masih memiliki kapasitas besar dalam pengembangan motor menjelang akhir musim.

Memasuki masa transisi menuju regulasi baru MotoGP yang akan menggunakan mesin 850 cc dan ban Pirelli mulai musim depan, seluruh pabrikan memang mulai membagi fokus antara pengembangan motor saat ini dan persiapan era baru.

Namun Rivola meyakini Ducati tidak akan mengendurkan upaya mereka untuk tetap kompetitif.

Ia memperkirakan pabrikan asal Borgo Panigale itu masih akan menghadirkan sejumlah pembaruan teknis guna mempertahankan dominasi yang telah mereka bangun dalam beberapa musim terakhir.

Peluang Juara Bersejarah bagi Aprilia

Bagi Aprilia, musim 2026 memiliki arti yang sangat penting. Pabrikan Italia tersebut memiliki sejarah panjang dan sukses di berbagai ajang balap motor, termasuk kelas 125cc, 250cc, dan World Superbike.

Namun hingga kini, Aprilia belum pernah meraih gelar juara dunia di kelas utama Grand Prix, baik era 500cc maupun MotoGP.

Karena itu, peluang yang terbuka musim ini menjadi kesempatan emas untuk mencatat sejarah baru.

Rivola bahkan menilai seluruh pembalap Aprilia masih memiliki peluang dalam perebutan gelar, termasuk Raul Fernandez yang baru saja mencuri perhatian setelah meraih kemenangan pada MotoGP Inggris di Silverstone.

Meski demikian, ia memastikan Aprilia tidak akan meremehkan Marc Marquez maupun Ducati hingga balapan terakhir musim ini.

Dengan selisih poin yang masih relatif tipis dan banyak seri tersisa, perebutan gelar MotoGP 2026 diperkirakan akan berlangsung sengit hingga akhir musim. Bagi Aprilia, menjaga konsistensi menjadi kunci. Namun bagi Rivola, ancaman terbesar tetap sama: Marc Marquez dan Ducati yang sewaktu-waktu bisa kembali mendominasi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|