Harianjogja.com, JOGJA—Arab Saudi mulai memasuki industri otomotif dengan lebih serius melalui Ceer, merek kendaraan nasional yang dikembangkan untuk membangun ekosistem manufaktur mobil di dalam negeri.
Ceer merupakan perusahaan patungan antara Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi dan Foxconn. Perusahaan tersebut diluncurkan pada 2022 sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi Arab Saudi dan target Vision 2030 untuk mengembangkan sektor industri di luar minyak.
Pada Senin (21/9/2026), Ceer memperkenalkan dua kendaraan listrik pertamanya melalui Exobot, masing-masing dalam bentuk sedan dan SUV. Keduanya diperkenalkan di Ceer Manufacturing Complex (CMC), King Abdullah Economic City.
Kedua model tersebut menjadi bagian awal dari rencana Ceer menghadirkan tujuh model kendaraan hingga 2030. Penjualan Exobot di Arab Saudi dijadwalkan dimulai pada awal 2027.
Exobot Punya Tenaga hingga 1.111 HP
Exobot hadir dengan desain futuristis dan sistem penggerak listrik tiga motor untuk varian performa tertinggi. Konfigurasi tersebut menghasilkan tenaga hingga 1.111 hp dan torsi 1.500 Nm.
Ceer menyebut sedan Exobot versi tersebut mampu berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam 2,1 detik. Sementara SUV membutuhkan 2,4 detik.
Namun, terdapat perbedaan spesifikasi antara varian performa tertinggi dan First Edition. Untuk First Edition, Ceer menyebut sistem penggeraknya menghasilkan 850 hp dan torsi 1.000 Nm. Sedan mampu melaju 0-100 km/jam dalam 2,6 detik, sedangkan SUV 2,9 detik.
Ceer juga membekali Exobot dengan teknologi torque vectoring, steer-by-wire, serta sistem kemudi roda belakang. Pada varian tertentu, kendaraan ini juga dilengkapi sistem bantuan pengemudi hingga Level 3 ADAS.
Baterai 112 kWh, Jarak Tempuh hingga 670 Km
Untuk menyimpan energi, Exobot menggunakan baterai NCM berkapasitas 112 kWh dengan arsitektur kelistrikan 800 volt.
Sistem pengisian cepat DC memungkinkan baterai diisi dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 30 menit.
Berdasarkan pengujian dengan standar NEDC, sedan Exobot diklaim memiliki jarak tempuh hingga 670 kilometer. Sementara versi SUV mencapai sekitar 560 kilometer.
Angka tersebut merupakan hasil pengujian NEDC sehingga jarak tempuh aktual dapat berbeda. Kondisi lalu lintas, kecepatan, temperatur, penggunaan pendingin kabin, dan gaya berkendara dapat memengaruhi konsumsi energi kendaraan.
Pintu Shahin Wing Terinspirasi Burung Falcon
Salah satu bagian yang paling mencolok dari Exobot adalah pintunya. Ceer menggunakan desain pintu yang disebut Shahin Wing, terinspirasi dari burung falcon Shahin yang memiliki kaitan kuat dengan identitas Arab Saudi.
Pintu tersebut membentang hampir tiga meter dan dapat dibuka melalui remote maupun kontrol yang terdapat pada pintu. Desain kendaraan juga menghilangkan pilar konvensional di antara pintu depan dan belakang dengan memanfaatkan struktur material berkekuatan tinggi.
Ceer juga menawarkan bagian kaca pintu yang dapat diubah tingkat transparansinya. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu visibilitas sekaligus memberikan fleksibilitas privasi bagi penumpang.
Kabin Dipenuhi Layar Digital
Konsep futuristis berlanjut ke bagian interior. Dashboard Exobot dibekali layar Digital Horizon melengkung berukuran 48 inci yang membentang dari sisi ke sisi.
Selain itu terdapat layar kontrol tengah berukuran 10,4 inci dan layar 8 inci untuk penumpang belakang. Meski mengandalkan sistem digital, Ceer tetap mempertahankan sejumlah kontrol fisik pada kabin.
Ceer juga menyiapkan asisten suara berbasis teknologi digital yang dapat merespons bahasa Arab dan Inggris. Sistem kendaraan dapat terhubung dengan aplikasi Ceer untuk memantau pengisian baterai, mengatur suhu kabin sebelum perjalanan, hingga fungsi kendaraan lainnya.
Sistem Halo Cooling untuk Suhu Ekstrem
Sebagai kendaraan yang dikembangkan khusus untuk kondisi Timur Tengah, sistem pendingin menjadi salah satu perhatian utama Ceer.
Exobot menggunakan teknologi bernama Halo Cooling yang dirancang untuk mengatasi panas ekstrem. Menurut Ceer, sistem tersebut mampu menurunkan temperatur kabin dari sekitar 65 derajat Celsius menjadi 32 derajat Celsius dalam waktu 10 menit pada kondisi panas tinggi.
Ceer juga menyebut kendaraan tersebut menggunakan teknologi untuk mengurangi paparan panas matahari, termasuk kaca berlapis dan pengaturan aliran udara pada bagian atap.
Target Tujuh Model hingga 2030
Exobot baru menjadi langkah awal Ceer dalam membangun lini kendaraan. Perusahaan menargetkan memiliki tujuh model pada 2030, dengan rencana mencakup kendaraan listrik dan teknologi elektrifikasi lainnya.
Produksi kendaraan dilakukan di Ceer Manufacturing Complex di King Abdullah Economic City. Ceer juga tengah membangun rantai pasok lokal dengan target sekitar 45 persen material dan komponen kendaraan berasal dari perusahaan Arab Saudi pada 2034.
Dari sisi ekonomi, Ceer memperkirakan aktivitasnya dapat menciptakan sekitar 30.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Perusahaan juga memproyeksikan kontribusi sekitar US$8 miliar terhadap GDP Arab Saudi pada 2034. Angka tersebut merupakan proyeksi perusahaan, bukan capaian yang telah terealisasi.
Dengan Exobot, Ceer tidak sekadar memperkenalkan mobil listrik berperforma tinggi. Merek tersebut menjadi bagian dari strategi Arab Saudi untuk membangun kemampuan desain, rekayasa, manufaktur, dan rantai pasok otomotif di dalam negeri.
Tantangan berikutnya adalah membawa teknologi tersebut dari model flagship menuju produk yang dapat diproduksi dan dipasarkan secara lebih luas. Ceer sendiri menargetkan ekspansi regional ke kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara sebelum memperluas kesiapan produknya untuk pasar global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
















































