Sebuah proyektil dari Iran menuju Israel melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 11 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Amerika Serikat telah menggerakkan ribuan personel pasukannya dari Jepang ke Timur Tengah. Beredar spekulasi cukup santer AS akan mencoba menguasai Pulau Khargh yang menjadi basis ekspor minyak Iran.
Namun Teheran tak khawatir dengan ancaman tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, memperingatkan bahwa potensi invasi darat AS ke Iran akan bisa dikalahkan. Khatibzadeh lantas mengingatkan bagaimana AS 'keok' ketika perang Vietnam.
“Bacalah saja apa yang terjadi di Vietnam,” kata diplomat itu kepada Sky News dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada Senin.
Ia berpendapat bahwa pasukan Amerika akan menghadapi nasib serupa di Iran. “Mereka memahami bahwa mereka yang menyeret mereka ke dalam perang ini juga dapat menyeret mereka ke dalam rawa,” katanya.
Trump hingga kini belum menyatakan secara resmi apakah akan mengirimkan pasukan darat. Namun Trump mengancam akan kembali menyerang Pulau Khargh.
"Saya sudah mengatakan kepada mereka secara terbuka — saya akan menghancurkannya habis-habisan," ujar Trump dilansir PBS.
Komentar tersebut disampaikan selama percakapan telepon tiga menit pada Senin pagi dengan Liz Landers dari PBS News, saat presiden menghadiri apa yang ia sebut sebagai pertemuan yang sangat penting tentang perang melawan Iran.
Trump mengumumkan pada Jumat di Truth Social bahwa ia telah benar-benar menghancurkan setiap target militer di pulau itu, rumah bagi terminal minyak kecil di Teluk Persia yang mengirimkan 90% ekspor minyak Iran.

8 hours ago
5















































