AS Siagakan 16 Kapal Perang dan 40 Ribu Tentara, Iran Siap Perang Hibrida

1 week ago 5

Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menaikkan eskalasi di kawasan Timur Tengah. Washington kini telah menyiagakan sedikitnya 16 kapal perang, sekitar 40.000 personel tentara, dan tujuh skuadron udara di kawasan tersebut, seperti dilansir Financial Times yang dikutip Al Mayadeen, Senin (23/2/2026).

AS menyiagakan kekuatan Angkatan Laut yang luas serta penguatan kemampuan udara di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan, ia akan memutuskan dalam 10 hingga 15 hari ke depan, apakah akan menempuh jalur diplomasi dengan Iran atau meluncurkan aksi militer, sebagaimana dilaporkan Axios.

Dalam sebuah pertemuan di Washington, Trump mengindikasikan bahwa hari-hari mendatang akan menjadi penentu kebijakan AS. "Sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak," ujar dia. Namun, ia juga membuka kemungkinan lain, "Mungkin kita akan mencapai kesepakatan (dengan Iran)."

Kekuatan Udara dan Laut AS

Sebelumnya, AS telah menempatkan lima skuadron udara—unit komando yang masing-masing terdiri dari sekitar 70 pesawat—di pangkalan-pangkalan di Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Sejak ketegangan memuncak, AS menambah dua skuadron udara tambahan yang ditempatkan di kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.

Komponen angkatan laut AS di Timur Tengah kini berjumlah 16 kapal perang. Trump menyebut pengerahan ini sebagai "armada besar". Trump berharap kehadiran kekuatan militer ini dapat mendesak Iran untuk merundingkan kesepakatan yang "adil" terkait penghapusan total senjata nuklir.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|