REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo, memprediksi puncak arus mudik penyeberangan untuk wilayah Jawa menuju Sumatra akan jatuh pada 18 hingga 19 Maret 2026. Prediksi ini didasarkan pada analisis pola pergerakan masyarakat serta data reservasi tiket yang masuk hingga periode H-5.
"Jadi, prediksi kami puncaknya adalah pada 18 Maret sampai dengan 19 Maret untuk wilayah Jawa dan wilayah Jawa-Sumatra," kata Heru, dalam konferensi persnya di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (16/3/2026).
Heru mengimbau para pengguna jasa mengantisipasi kepadatan yang diperkirakan memuncak pada rentang waktu tersebut, terutama bagi pemudik yang berasal dari wilayah Jawa. Ia menambahkan, berdasarkan data reservasi terbaru dalam periode 24 jam terakhir, jumlah penumpang dari Jawa menuju Sumatra tercatat 41.702 orang.
Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 11,6 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 47.193 orang.
Namun, tren berbeda terlihat pada sektor kendaraan roda dua yang justru mengalami kenaikan 11,6 persen dengan total 4.241 unit. "Sebaliknya, kendaraan roda empat tercatat sebanyak 5.539 unit atau turun 23,1 persen," jelas heru.
Sementara angkutan bus mengalami kenaikan 12,3 persen menjadi 274 unit. Secara akumulatif dari H-10 hingga H-5, volume penyeberangan dari Jawa menuju Sumatra menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan total 311.511 penumpang, naik 6,7 persen dibandingkan tahun lalu.
Total kendaraan secara keseluruhan pada periode ini juga meningkat 6,9 persen dengan jumlah 72.629 unit.
Sementara untuk arah sebaliknya dari Sumatra menuju Jawa, tercatat 20.532 orang menyeberang (naik 8,2 persen), dengan kendaraan roda dua sebanyak 230 unit (naik 2,36 persen) dan kendaraan roda empat mencapai 2.412 unit atau naik 2,9 persen.
Kondisi lapangan di Pelabuhan Merak pada siang hari ini terpantau masih sangat lengang dan area parkir cenderung kosong.
ASDP menilai pola pergerakan masyarakat masih konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana peningkatan volume kendaraan biasanya baru terjadi setelah waktu Maghrib hingga menjelang Subuh.
"Lonjakan diperkirakan akan mulai terlihat setelah masyarakat berbuka puasa, mengingat banyak pemudik yang memilih melakukan perjalanan malam hari demi kenyamanan selama menjalankan ibadah puasa," tambah Heru.

5 hours ago
10









































