Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp215,79 Triliun, OJK Sebut Kinerja Tetap Positif

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat total aset perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menembus angka Rp215,79 triliun hingga Mei 2026. Capaian ini menegaskan bahwa kinerja sektor jasa keuangan di wilayah tersebut tetap menunjukkan tren positif di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menyampaikan bahwa pencapaian ini memberikan sinyal kuat mengenai pertumbuhan industri perbankan daerah yang stabil. "Hal ini menunjukkan kinerja sektor jasa keuangan di Sulsel tetap menunjukkan tren positif," ujarnya di Makassar, Sabtu.

Menurut Muchlasin, pertumbuhan aset tersebut mencerminkan ketahanan sektor perbankan yang solid. Ketahanan ini didukung oleh beberapa faktor fundamental, seperti pertumbuhan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), peningkatan penyaluran kredit, serta tingkat likuiditas dan profil risiko yang tetap terjaga dengan baik.

Fungsi Intermediasi Berjalan Baik

Selain pertumbuhan aset, OJK menilai fungsi intermediasi perbankan juga berjalan dengan baik. Penyaluran kredit masih mencatatkan pertumbuhan positif, terutama yang disalurkan ke sektor-sektor produktif. Sektor-sektor ini dinilai menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah.

Tidak hanya kredit komersial, pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga terus didorong secara agresif. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat fundamental ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan.

Kinerja Perbankan Syariah dan IKNB

Secara spesifik, OJK mencatat perkembangan yang konsisten pada sektor perbankan syariah. Peningkatan aset, dana masyarakat, dan pembiayaan syariah menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah terus mengalami peningkatan.

Sementara itu, kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) juga menunjukkan hasil yang positif. Sektor-sektor seperti perusahaan pembiayaan, pasar modal, pergadaian, hingga layanan keuangan digital dilaporkan memiliki performa yang baik dengan tingkat risiko yang masih berada dalam batas terkendali.

Kepala OJK Sulselbar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.

Dengan total aset perbankan yang telah menembus Rp215,79 triliun, OJK optimistis sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan akan terus menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|