Badan Kurus Nggak Jaminan Bebas Kolesterol Tinggi

1 hour ago 2

Perempuan bertubuh kurus bukan jaminan bebas kolesterol tinggi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memiliki tubuh yang langsing atau kurus sering kali disalahartikan sebagai tanda kesehatan yang "sempurna". Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr Susetyo Atmojo, Sp.JP, mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh. Menurutnya, bentuk tubuh yang kurus bukanlah jaminan bahwa seseorang akan terbebas dari ancaman kolesterol tinggi maupun risiko penyakit kardiovaskular.

Faktor risiko seperti penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis) dan kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dapat dialami oleh siapa saja, terlepas dari berapapun berat badan atau bentuk fisik mereka. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap sangat penting dilakukan oleh setiap orang, tanpa memandang ukuran tubuh mereka.

"Berat badan normal tidak berarti faktor risiko kardiovaskularnya normal. Ada orang yang terlihat kurus, tetapi ketika diperiksa kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat atau kolesterol jahatnya justru tinggi," kata Susetyo dalam sesi diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Persepsi bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang bertubuh gemuk perlu diluruskan karena kondisi tersebut tidak selalu mencerminkan risiko kesehatan seseorang. Menurut dia, studi populasi menunjukkan hampir satu dari empat orang bertubuh kurus ternyata memiliki sekumpulan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

"Jadi kurus itu bukan berarti aman. Yang lebih menentukan adalah bagaimana profil faktor risiko seseorang, terutama kadar kolesterol LDL di dalam darah," kata dia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|