Newswire Minggu, 30 Agustus 2026 09:37 WIB

Truk terendam banjir yang terjadi di Nepal./istimewa-RRI.co.id
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 261 warga negara atau wisatawan asing berhasil diselamatkan setelah banjir bandang menerjang wilayah utara Nepal. Namun, hingga Sabtu (29/8/2026), departemen pariwisata negara tersebut masih mencatat 320 wisatawan asing lainnya belum dapat dihubungi.
Departemen Pariwisata Nepal menyampaikan jumlah penyelamatan tersebut berdasarkan perkembangan hingga pukul 18.00 waktu setempat atau 12.15 GMT pada 29 Agustus 2026.
"Pada pukul 18.00 [12.15 GMT], 29 Agustus 2026, sebanyak 261 warga negara/wisatawan asing berhasil diselamatkan," demikian pernyataan departemen tersebut di X.
Bencana banjir bandang Nepal terjadi pada Rabu pagi, 26 Agustus, setelah aliran air yang sangat deras dari China menerjang Sungai Bhote Koshi. Peristiwa tersebut terjadi setelah gempa bumi yang memicu tanah longsor.
Wisatawan dari Berbagai Negara Berhasil Diselamatkan
Para wisatawan yang berhasil dievakuasi berasal dari sejumlah negara. Mereka antara lain warga negara India, China, Spanyol, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Italia, Bulgaria, serta Swiss.
Sementara itu, kewarganegaraan dari 21 orang lainnya yang berhasil diselamatkan belum dapat dipastikan.
Di sisi lain, pencarian terhadap orang-orang yang belum ditemukan masih berlangsung. Berdasarkan data terkini, lebih dari 2.000 orang dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.
Departemen Pariwisata Nepal masih mencatat 320 warga negara atau wisatawan asing belum dapat dihubungi hingga Sabtu (29/8).
91 Warga Malaysia Hilang Kontak di Nepal dan China
Dampak bencana juga dirasakan warga Malaysia. Kementerian Luar Negeri Malaysia atau Wisma Putra mengonfirmasi sedikitnya 91 warga negara Malaysia tidak dapat dihubungi atau hilang kontak hingga Sabtu pukul 20.00 waktu Malaysia.
Dari jumlah tersebut, 55 warga Malaysia dilaporkan hilang kontak di Nepal, sedangkan 36 lainnya berada di China.
Wisma Putra mengatakan terus bekerja sama dengan pihak berwenang di China dan Nepal. Verifikasi silang informasi dari kedua negara juga dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya duplikasi dalam laporan yang diterima.
Pemerintah Malaysia meminta media dan masyarakat merujuk angka resmi yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pemberitaan mengenai warga negara Malaysia yang terdampak situasi di Nepal dan China.
Angka tersebut akan terus diperbarui ketika komunikasi berhasil dilakukan dengan warga negara Malaysia yang masih belum dapat dihubungi. Pembaruan juga dilakukan ketika informasi tambahan diterima dari pihak berwenang dan anggota keluarga.
Perkembangan Disampaikan kepada Keluarga
Otoritas Malaysia menegaskan bahwa perkembangan mengenai kasus individu disampaikan langsung kepada keluarga terdekat yang telah terverifikasi, sesuai prosedur konsuler yang telah ditetapkan.
Pejabat konsuler Malaysia juga telah menghubungi keluarga terdekat yang telah teridentifikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan untuk menyampaikan perkembangan terkini terkait warga Malaysia yang terdampak bencana.
Banjir bandang yang menerjang wilayah utara Nepal tersebut membuat proses pencarian dan komunikasi menjadi perhatian karena lebih dari 2.000 orang masih dinyatakan hilang. Di tengah proses tersebut, 261 warga negara atau wisatawan asing telah berhasil diselamatkan, sementara 320 lainnya masih belum dapat dihubungi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































