Tamu undangan berada di dekat layar elektronik pergerakan saham saat acara penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Tahun 2025 ditutup menghijau/menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Jumat, 2 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna memastikan BEI akan mengerahkan segala upaya untuk menindaklanjuti pengumuman yang disampaikan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). BEI akan melakukan kerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait dalam upaya mencapai kesepakatan terbaik dengan MSCI terkait rencana terbarunya dalam melakukan proses review saham-saham di Indonesia.
“Pada intinya, kita akan melakukan segala upaya, bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, untuk menindaklanjuti hal-hal yang dipandang perlu terkait dengan apa yang dikeluarkan oleh MSCI,” ujar Nyoman dalam wawancara cegat di Gedung BEI, Jakarta, Rabu.
Pada Selasa (28/1/2026) waktu Amerika Serikat (AS), MSCI mengumumkan rencana pembekuan sementara proses review indeks dan rebalancing indeks untuk saham-saham di Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan terkait index review, termasuk index review Februari 2026.
Rencana pembekuan tersebut mencakup, antara lain, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta pembekuan perpindahan naik antarindeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
MSCI menjelaskan, perlakuan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability), sekaligus memberi waktu bagi otoritas di Indonesia untuk menghadirkan perbaikan transparansi.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, MSCI meminta masukan kepada para pelaku pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang dipublikasikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai tambahan referensi dalam menghitung free float saham emiten Indonesia.
sumber : ANTARA

2 hours ago
1













































