Sebuah proyektil dari Iran menuju Israel melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 11 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan peluncuran Gelombang ke-44 dari Operasi Janji Sejati 4 (Operation True Promise 4).
Serangan besar-besaran yang melibatkan kombinasi rudal balistik presisi dan pesawat tak berawak (drone) ini menyasar posisi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di seluruh wilayah Palestina yang diduduki Israel serta kawasan Teluk.
Operasi ini diluncurkan pada malam ke-23 Ramadhan, bertepatan dengan malam Lailatul Qadar dan menjelang Hari Al-Quds Internasional, seperti dilansir dari Al Mayadeen.
Dengan sandi "Wahai yang Sangat Keras Siksa-Nya" (Ya Syadidal Miqab), serangan ini diarahkan ke wilayah Kiryat Shmona, Hadera, dan Haifa di utara Palestina, serta pangkalan Armada Kelima AS yang strategis.
Dalam pernyataan resminya, IRGC merinci alutsista yang dikerahkan untuk menembus pertahanan musuh, di antaranya yakni Rudal Khorramshahr (Rudal balistik berat yang dilengkapi hulu ledak ganda dan jamak/multi-warheads).
Rudal Emad & Kheibar-Shekan (Membawa hulu ledak seberat satu ton untuk daya hancur maksimal), hingga Rudal Qadr dan armada drone serbu (suicide drones).
Serangan ini menghantam wilayah Al-Quds (Yerusalem) Barat, Tel Aviv, hingga Eilat. IRGC menegaskan bahwa operasi ini merupakan penghormatan bagi para "Syuhada Jalan Al-Quds", termasuk Jenderal Qassem Soleimani, Sayyid Hassan Nasrallah, Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar, hingga mendiang Komandan IRGC Hossein Salami.

1 hour ago
1

















































