Belajar Dari Ayatollah Ali Khamenei

2 hours ago 1

Oleh : Darju Prasetia, Pemerhati Timur Tengah

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika berbicara soal pemimpin yang berpengaruh besar di dunia sekarang ini, nama Ayatollah Ali Khamenei pasti masuk daftar. Pemimpin Tertinggi Iran ini memang bukan sosok  biasa tetapi pemimpin yang mampu membuat decak kagum atas ketegasan, kebijakan dan kekuatannya dalam melawan segala bentuk penindasan dan imperialisme. Ada hal-hal menarik yang bisa kita pelajari dari perjalanan hidupnya.

Khamenei bukan pemimpin yang tiba-tiba jatuh dari langit. Ia lahir dari keluarga ulama di Mashhad, belajar di madrasah-madrasah tradisional, dan menimba ilmu langsung dari Ayatollah Khomeini. Perjalanannya dari ruang-ruang kelas agama hingga ke puncak kekuasaan Iran adalah bukti bahwa pendidikan yang solid bisa membawa seseorang jauh—sangat jauh.

Konsistensi ideologi

Yang pertama bisa kita pelajari dari Khamenei adalah konsistensi ideologinya. Sejak muda hingga kini—lebih dari tiga dekade memimpin Iran—prinsip-prinsipnya tidak berubah. Ia percaya pada konsep Velayat-e Faqih, sistem pemerintahan yang menempatkan ulama sebagai pemimpin tertinggi negara. Setuju atau tidak dengan konsep ini, kita harus mengakui: Khamenei tidak plin-plan. 

Di era politik yang penuh kepentingan sesaat, konsistensi seperti ini langka. Banyak pemimpin yang hari ini bilang A, besok bilang B, tergantung angin politik yang bertiup. Khamenei? Ia tetap pada jalurnya. Ini adalah keteguhan.  Tapi yang jelas, ia tahu apa yang ia yakini dan tidak gampang tergoyahkan. 

Pelajaran kedua: kesederhanaan. Ini yang paling menarik dari Khamenei. Bayangkan, Anda punya akses ke seluruh kekayaan negara penghasil minyak, tapi memilih hidup sederhana. Rumahnya tidak mewah, pakaiannya biasa-biasa saja, tidak ada koleksi mobil sport atau jam tangan mahal.

Bandingkan dengan banyak pemimpin kita—entah di tingkat pusat atau daerah—yang begitu berkuasa langsung ganti gaya hidup. Mobil mewah, rumah megah, liburan ke luar negeri. Khamenei membuktikan bahwa kekuasaan tidak harus identik dengan kemewahan. 

Sejak masih muda Khamenei adalah orang yang sangat teguh. Ia memiliki landasan spiritual yang luar biasa yang membentuk kekuatan dan keteguhan dalam pandangan hidupnya. Sehingga hal itu sudah jadi karakter. Dan karakter seperti ini yang membuat rakyat Iran selalu menghormatinya.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|