“Belajar di Lantai, tapi Mimpi Harus Setinggi Langit” Kisah Ibu Inspiratif PNM

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Memasuki era digitalisasi di mana kita bisa mendapatkan informasi dari sumber apapun di internet, peran guru tetap menjadi fondasi penting dalam membangun generasi masa depan.

Sebab, bukan hanya menyampaikan pengetahuan, guru juga membentuk karakter, nilai, dan arah berpikir yang tak bisa digantikan teknologi. Dari ruang belajar sederhana, nilai semangat, kesederhanaan, dan kebermanfaatan terus ditanamkan kepada anak-anak.

Nilai-nilai inilah yang juga sejalan dengan semangat pemberdayaan yang dihadirkan PNM bahwa perubahan besar kerap tumbuh dari ketulusan langkah-langkah kecil yang konsisten dijaga.

Salah satu certia dari lapangan yang menarik datang dari Serang, Banten. Hikayati, perempuan inspiratif binaan PNM Mekaar yang juga guru MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah) setiap hari mengajar dengan penuh keikhlasan.

Di ruang belajar yang masih sangat sederhana, hanya beralaskan lantai, ia tetap menyalakan semangat belajar bagi murid-muridnya.

Baginya, kebahagiaan bukan diukur dari materi, melainkan saat melihat anak-anak didiknya mampu membaca, menulis, dan menghafal doa-doa. “Kami memang belajar di lantai, tapi saya selalu bilang ke anak-anak, mimpi kita harus setinggi langit,” tutur Hikayati.

Di balik perannya sebagai pendidik, Hikayati mengembangkan usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga. Dukungan tersebut membuatnya dapat tetap mengajar dengan tenang tanpa harus meninggalkan panggilan hatinya sebagai guru.

Pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan, menjadi kekuatan yang membantunya menjaga keseimbangan antara pengabdian dan kemandirian ekonomi.

Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary menuturkan, kisah Hikayati menunjukkan, saat seorang perempuan diberi akses untuk berdaya, ia tetap bisa mengabdi sambil menguatkan keluarganya.

‘’Kami percaya, ketika seorang ibu tumbuh, dampaknya terasa sampai ke anak-anak yang ia didik dan masa depan yang sedang mereka siapkan,’’ katanya dalam keterangan Kamis (29/1/2026).

Kisah ini menegaskan, peran guru dan ketangguhan ibu adalah dua kekuatan yang saling menguatkan dalam membangun masa depan. Dari ruang belajar sederhana dan usaha kecil yang dijalankan dengan tekun, lahir generasi berilmu sekaligus keluarga yang lebih berdaya.

Guru menanamkan nilai dan harapan, sementara ibu tangguh membuktikan pengabdian dan kemandirian bisa berjalan beriringan, menjadi cahaya yang pelan tapi pasti menerangi lingkungan sekitarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|