Belum Segenap Sebulan, 37 Kasus DBD Terjadi di Cirebon

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,CIREBON – Serangan demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon sejak awal Januari 2026 sudah mencapai puluhan kasus. Masyarakat pun diimbau untuk aktif melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Ketua Tim Kerja P2PM Bidang Peencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Subhan, mengatakan, musim hujan menimbulkan banyak genangan air yang menjadi tempat bertelurnya nyamuk Aedes aegypti.

“Sejak awal tahun tercatat sudah ada 37 kasus,” ujar Subhan, Jumat (30/1/2026).

Sementara itu, untuk kasus DBD yang terjadi sepanjang 2025 kemarin, Subhan menyebutkan, ada 1.169 kasus. Dari jumlah tersebut, tercatat dua orang meninggal dunia.

Subhan menjelaskan, dua kasus pesien yang meninggal dunia masing-masing berasal dari Kecamatan Gegesik dan Kecamatan Susukan.

Sedangkan untuk sebaran kasus DBD pada 2025, Dinkes mencatat kasus DBD terbanyak terjadi di Kecamatan Plumbon yang mencapai 103 kasus. Setelah itu disusul Kecamatan Weru dengan 79 kasus, Sumber 69 kasus, Palimanan 67 kasus, dan Kecamatan Klangenan 55 kasus.

“Kasus DBD pada 2025 lalu mengalami peningkatan sejak Maret hingga Juli 2025 akibat curah hujan tinggi,” terang Subhan.

Untuk mengantisipasi serangan DBD, Subhan mengimbau masyarakat untuk melaksanakan PSN dengan 3M Plus. Yakni, menguras, menutup dan mengubur/mendaur ulang wadah penampung air.

Sedangkan Plus-nya, bisa dilakukan melalui berbagai cara. Di antaranya, menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup, dan memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras.

Selain itu, Dinkes juga mendorong masyarakat aktif menerapkan program Satu Rumah Satu Jumantik, untuk mengecek keberadaan jentik nyamuk di rumah masing-masing. Masyarakat pun diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi mendadak disertai nyeri sendi, sakit kepala, atau muncul bintik merah pada kulit. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|