Bersiap Lawan AS, Iran Punya 1.000 Drone Baru yang Lebih Menghancurkan

1 hour ago 1

Sejumlah pesawat nirawak (drone) terlihat selama latihan militer di lokasi yang dirahasiakan di Iran,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 1.000 drone telah diterima berbagai cabang angkatan darat Iran. Demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim pada Kamis.

Penegasan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan akan adanya serangan jika Teheran menolak kesepakatan nuklir.

“Angkatan darat mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya untuk pertempuran cepat dan memberikan respons yang menghancurkan terhadap setiap agresor,” kata Panglima Angkatan Darat Amir Hatami.

Laporan tersebut mengatakan bahwa penambahan baru ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional keempat cabang angkatan darat.

Ditambahkan bahwa drone tersebut dikembangkan oleh spesialis angkatan darat bekerja sama dengan kementerian pertahanan. Pengembangan drone berdasarkan ancaman yang muncul dan pelajaran yang dipetik dari perang 12 hari yang terjadi pada Juni 2025.

“UAV (pesawat tanpa awak) telah dirancang dalam kategori destruktif, ofensif, pengintaian, dan peperangan elektronik, dengan kemampuan untuk menargetkan sasaran tetap dan bergerak tertentu di wilayah darat, laut, dan udara.”

Sejak Iran melancarkan penindakan terhadap protes yang disertai dengan pemadaman internet, Presiden AS Donald Trump telah memberikan sinyal yang beragam mengenai kemungkinan intervensi. 

Washington bergabung dengan perang 12 hari Israel pada bulan Juni yang bertujuan untuk melemahkan program nuklir dan rudal balistik Iran.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|