BMKG Petakan Dampak Gempa M7,7 Flores, 1.624 Susulan

3 hours ago 5

Newswire

Newswire Selasa, 18 Agustus 2026 13:27 WIB

BMKG Petakan Dampak Gempa M7,7 Flores, 1.624 Susulan

Kerusakan jalan akibat gempa M7,7 NTT di Jalur Pantai Utara, Pulau Flores, NTT. /Istimewa-Dok. KKN UMY.

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengerahkan tim gabungan untuk memetakan dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim melakukan survei makroseismik, pengujian karakteristik respons tanah, pemantauan gempa susulan, hingga verifikasi dampak tsunami di wilayah terdampak.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan pengujian karakteristik tanah dilakukan melalui pengukuran mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW). Pengukuran tersebut dilakukan di sejumlah wilayah yang terdampak gempa.

"Tim dari pusat dan UPT BMKG itu melakukan survei gempa bumi merusak, meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW, untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, monitoring gempa susulan, dan verifikasi dampak tsunami di lapangan," kata dia.

BMKG Petakan Karakteristik Tanah

Survei teknis yang dilakukan BMKG tidak hanya berfokus pada pencatatan kerusakan. Hasil pengukuran karakteristik dan respons tanah terhadap guncangan akan digunakan untuk memberikan gambaran teknis mengenai kondisi wilayah terdampak.

Pemetaan tersebut selanjutnya diproyeksikan menjadi basis pemetaan mikro-zonasi bencana. Data itu juga akan menjadi landasan dalam penyusunan rekomendasi rekonstruksi tata ruang dan bangunan yang aman gempa bagi pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.

Survei diprioritaskan di kawasan dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat. Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka.

Hasil pengukuran di kawasan terdampak tersebut kemudian akan dibandingkan dengan wilayah yang relatif tidak terdampak untuk memperoleh gambaran karakteristik kondisi tanah secara lebih menyeluruh.

Gempa Susulan Capai 1.624 Kejadian

Di tengah pelaksanaan survei teknis, BMKG juga terus memantau aktivitas gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores.

Hingga Senin (17/8) pukul 11.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 1.624 gempa susulan. Dari jumlah tersebut, terdapat 23 kejadian dengan magnitudo di atas 5,0 dan sebanyak 59 kejadian dirasakan oleh warga.

Pemantauan gempa susulan menjadi salah satu bagian dari survei yang dilakukan tim BMKG di wilayah terdampak. Data tersebut diperlukan untuk melihat perkembangan aktivitas kegempaan setelah gempa utama.

BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Wijayanto meminta masyarakat, khususnya warga Flores dan wilayah sekitarnya, tetap tenang menghadapi rangkaian gempa susulan.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi di sekitar.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu memperoleh pembaruan informasi kebencanaan melalui kanal komunikasi resmi BMKG. Informasi dari kanal resmi tersebut menjadi salah satu dasar bagi masyarakat dalam menentukan langkah kesiapsiagaan setelah gempa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|