Bocah 5 Tahun Tewas Tertemper KA Bandara di Gamping

5 hours ago 1

Bocah 5 Tahun Tewas Tertemper KA Bandara di Gamping Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. / Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN–Seorang bocah lima tahun meninggal dunia seusai tertemper KA Bandara relasi YIA–Yogyakarta di perlintasan Gamping Lor, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Rabu (4/3/2026) sore.

Insiden tragis terjadi di perlintasan kereta api wilayah Gamping Lor, Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Sleman, Rabu sekitar pukul 15.15 WIB. Korban berinisial M.H.R.A. (5), warga asal Kulonprogo yang tinggal bersama orang tuanya di Gamping Lor, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasi Humas Polres Sleman, AKP Salamun, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi saat KA Bandara relasi YIA–Yogyakarta melaju dari arah barat menuju timur atau ke arah Kota Jogja.

Berdasarkan laporan petugas stasiun, masinis telah berulang kali membunyikan semboyan peringatan ketika melihat seorang anak menyeberang rel sambil menuntun sepeda. Namun jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.

"Namun karena jarak sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari," jelas AKP Salamun.

Proses Evakuasi di Lokasi

Seusai benturan, rangkaian KA Bandara sempat berhenti untuk melaporkan kejadian kepada petugas stasiun terdekat sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Petugas kemudian melakukan penyisiran di sepanjang jalur rel.

Tubuh korban ditemukan di sisi selatan rel, sekitar 10 meter dari titik awal kejadian. Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Gamping yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta menghimpun keterangan saksi.

Petugas juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Sleman guna proses identifikasi.

"Jenazah korban selanjutnya dievakuasi bersama relawan dan dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gamping guna proses medis lebih lanjut," tambah AKP Salamun.

Polisi Imbau Pengawasan Anak

Pihak kepolisian mengungkapkan, kondisi di sekitar lokasi saat kejadian relatif sepi sehingga tidak ada saksi yang melihat langsung detik-detik peristiwa. Dugaan sementara, korban kurang waspada saat melintasi jalur rel.

Atas kejadian tersebut, polisi mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain atau beraktivitas di sekitar rel kereta api.

Tragedi tertemper KA Bandara di Gamping ini menjadi pengingat bahwa jalur rel merupakan zona berbahaya dengan risiko tinggi, sehingga kewaspadaan dan kesadaran bersama sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|