Jumali Sabtu, 15 Agustus 2026 21:17 WIB
Harianjogja.com, JOGJA— Seruan untuk memboikot film Spider-Man: Brand New Day menggema di sejumlah negara Arab menjelang dan setelah penayangannya di bioskop. Kampanye tersebut dipicu oleh kontroversi yang melibatkan salah satu produser film, Avi Arad, yang dikenal memiliki rekam jejak dukungan terhadap Israel.
Kelompok Campaign to Boycott Supporters of Israel di Lebanon menjadi salah satu pihak yang menyerukan boikot terhadap film terbaru waralaba Spider-Man tersebut. Mereka mengajak masyarakat untuk tidak membeli tiket maupun mendukung pemutaran berbayar film tersebut.
Menurut kelompok tersebut, dukungan finansial terhadap sebuah produksi yang melibatkan individu yang secara terbuka menyatakan dukungan politik kepada Israel dianggap sebagai bentuk normalisasi budaya yang perlu ditolak.
"Apakah kita ingin mendukung produksi yang melibatkan individu yang secara terbuka menyatakan dukungan politik untuk Israel?" tulis kelompok tersebut dalam pernyataan yang disebarkan melalui media sosial.
Seruan Boikot Meluas ke Yordania
Gelombang penolakan terhadap film tersebut tidak hanya muncul di Lebanon. Di Yordania, kelompok antinormalisasi Taharrak juga menyerukan boikot terhadap Spider-Man: Brand New Day.
Mereka meminta agar film tersebut tidak ditayangkan di bioskop-bioskop Yordania dan mendesak organisasi seni, pengelola bioskop, serta pihak terkait lainnya untuk mengambil sikap serupa.
Seruan tersebut kemudian mendapat dukungan dari sejumlah aktivis dan kreator konten di berbagai negara Arab yang menyebarkan kampanye boikot melalui media sosial.
Avi Arad Jadi Sorotan Utama
Kontroversi yang memicu boikot tidak berkaitan dengan jalan cerita film maupun para pemerannya. Sorotan utama tertuju pada Avi Arad, salah satu produser yang tercantum dalam proyek tersebut bersama Kevin Feige, Amy Pascal, dan Rachel O’Connor.
Arad merupakan tokoh lama di industri film superhero dan pernah menjabat sebagai petinggi Marvel. Ia memiliki kewarganegaraan Israel dan Amerika Serikat serta diketahui pernah bertugas di militer Israel pada periode 1965–1968.
Namanya kembali menjadi perbincangan setelah surat yang ditulisnya pada 2024 dipublikasikan media hiburan TheWrap. Dalam surat tersebut, Arad mengkritik keras Chuck Schumer, yang saat itu menjabat Pemimpin Mayoritas Senat Amerika Serikat.
Schumer sebelumnya menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai penghambat proses perdamaian dan menyerukan pemilu baru di Israel.
"Itu bukan perangmu. Itu bukan negaramu. Dan bukan kamu yang berada dalam bahaya," tulis Arad dalam surat tersebut.
Arad juga menegaskan dirinya bangga pernah menjadi bagian dari militer Israel dan menolak pandangan Schumer terkait gencatan senjata.
Dibintangi Tom Holland
Spider-Man: Brand New Day merupakan film terbaru dalam saga Spider-Man yang dibintangi Tom Holland sebagai Peter Parker. Film tersebut disutradarai Destin Daniel Cretton dan mulai dirilis secara internasional pada 31 Juli 2026.
Sebagai salah satu film superhero paling dinantikan tahun ini, Spider-Man: Brand New Day mendapat perhatian luas dari penggemar Marvel di berbagai negara.
Namun, di sejumlah negara Arab, perhatian publik justru bergeser ke kontroversi politik yang melibatkan salah satu produsernya.
Dampak Boikot Belum Terlihat
Hingga saat ini belum ada data yang menunjukkan dampak langsung kampanye boikot terhadap performa film di bioskop.
Di Lebanon, film tersebut tetap ditayangkan meskipun seruan boikot telah beredar luas. Perwakilan jaringan bioskop Grand Cinemas bahkan menyatakan minat penonton terhadap film tersebut masih tinggi setelah penayangan perdana.
Situasi ini menunjukkan bahwa perdebatan mengenai hubungan antara industri hiburan, politik, dan konflik internasional masih terus berlangsung. Sementara sebagian kelompok memilih memboikot sebagai bentuk protes, sebagian lainnya tetap memisahkan karya hiburan dari pandangan politik individu yang terlibat dalam produksinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































