BPBD: 26.318 Warga Jabar Terdampak Bencana di Awal Tahun 2026

1 month ago 4

Kondisi rumah warga yang rusak akibat bencana angin puting beliung di Desa Pondok Udik, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (29/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan sebanyak 26.318 warga Jawa Barat terdampak bencana alam sejak tanggal 1 hingga 13 Januari tahun 2026. Total terdapat 18 kejadian bencana di wilayah Jawa Barat.

Data BPBD terdapat 18 kejadian bencana alam mulai dari banjir, cuaca ekstrem dan tanah longsor. Akibat kejadian itu, empat rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, 38 rusak ringan, dan 5.843 bangunan terendam.

Jumlah jiwa yang terdampak terdapat sebanyak 26.318 orang, 190 orang mengungsi, 11 rumah ibadah terdampak. Satu fasilitas kesehatan, tiga fasilitas pendidikan.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Alo Mulku Engkin mengatakan, bencana banjir di wilayah Jawa Barat tercatat 10 kejadian dan enam kejadian cuaca ekstrem. Ia menyebut tidak terdapat kejadian kekeringan.

"Di Jawa Barat sendiri ini memang ada banjir, kemudian tanah longsor," kata dia, Selasa (13/1/2026).

Ia mengatakan, semua wilayah di Jawa Barat berpotensi terkena bencana alam. Namun, saat ini wilayah yang sering terjadi bencana berada di Kabupaten Karawang.

"Cuaca ekstrem paling banyak di Karawang, banjir juga di sana, karena dampak cuaca ekstrem," kata dia.

Selain itu, bencana longsor skala kecil terjadi di Karawang. Namun, beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa itu.

"Alhamdulillah korban jiwa sampai dengan hari ini masih nol," kata dia.

Sedangkan empat orang korban meninggal di Jatinangor disebabkan kecelakaan kerja. Ia menyebut Kabupaten Sukabumi pun sering dilanda bencana.

"Jabar masih berstatus siaga dari kebencanaan sampai 30 April 2026, apa lagi saat ini cuacanya masih belum menentu," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|