Republican U.S. presidential candidate Donald Trump addresses the American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) afternoon general session in Washington March 21, 2016. REUTERS/Joshua Roberts TPX IMAGES OF THE DAY
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi. Minyak rampasan akan dijual di harga pasar dan hasilnya untuk AS.
“Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan uang itu akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat!” kata Trump di platform Truth Social pada Selasa (6/10/2025) waktu setempat.
“Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana ini. Minyak tersebut akan diangkut dengan kapal penyimpanan, dan dibawa langsung ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat.”
Sementara itu, sedikitnya 16 kapal tanker minyak yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat dilaporkan telah meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Venezuela dalam beberapa hari terakhir.
Anadolu pada Selasa, mengutip laporan The New York Times, mengatakan bahwa langkah tersebut diduga sebagai upaya untuk menghindari blokade laut yang diberlakukan AS terhadap ekspor minyak Venezuela.
Berdasarkan citra satelit, data pelayaran, serta informasi dari sumber industri, empat kapal terlacak berlayar di sebelah timur pantai Venezuela sambil menyamarkan identitas atau memalsukan lokasi mereka. Taktik ini dikenal sebagai spoofing.
Selain itu, sebanyak 12 tanker lainnya dilaporkan berhenti menyiarkan sinyal pelacakan sama sekali dan tidak lagi terdeteksi dalam citra satelit berikutnya.

1 month ago
25

















































