Buka Cerdas Cermat 4 Pilar Tingkat Jabar, Ibas Ingatkan Urgensi Pendidikan Bagi Generasi Muda

5 hours ago 2

Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono saat membuka secara resmi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Jawa Barat di Bandung pada Sabtu (11/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG— Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, menyatakan pendidikan merupakan instrumen utama dalam membangun bangsa yang kuat dan damai.

Hal tersebut ditegaskan Ibas, begitu akrab disapa, saat membuka secara resmi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Jawa Barat di Bandung pada Sabtu (11/4/2026).

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini mengatakan, generasi muda perlu terus didorong untuk menjadikan pendidikan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Dia pun mengutip pandangan tokoh pendidikan nasional dan nilai universal tentang pentingnya pendidikan sebagai penggerak perubahan.

Seperti apa yang dikatakan Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak bangsa Indonesia.

“Dan juga pesan dunia yang sering kita dengar, pendidikan adalah senjata paling kuat yang bisa digunakan untuk mengubah dunia. Kita tidak perlu perang, kita tidak perlu pertikaian, kita perlu pendidikan di manapun kita mengenyam, dari tingkat SD, SMP, SMA, dan seterusnya,” lanjutnya.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut kemudian mengaitkan lomba dengan pembentukan karakter generasi muda.

Di menilai bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan budaya bangsa agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman.

“Tema hari ini adalah cerdas, hebat, dan berbudaya. Cerdas pikirannya, hebat karakter anak-anak bangsa kita, dan tentu kita harus memperkuat budaya kita agar kita tidak luntur dalam kemajuan zaman,” kata anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII tersebut.

Lebih lanjut, Ibas menyatakan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tahun 2026 di tingkat Provinsi Jawa Barat bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran untuk membentuk generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|