Buya Anwar Minta Hutan Wakaf Dikelola dengan Produktif

6 days ago 12

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas.

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA — Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah menggelar Pengajian Green Ramadhan bertema “Pengelolaan Hutan Wakaf Berbasis Kawasan untuk Mitigasi Perubahan Iklim dan Pemberdayaan Ekonomi Umat” pada Rabu (25/2/2026).

Pengajian daring ini diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri atas pengurus MLH PP Muhammadiyah, MLH Wilayah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), hingga Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dari Malaysia dan Taiwan.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, dalam tausiyah utamanya menegaskan bahwa pengelolaan hutan wakaf merupakan implementasi ajaran Islam tentang produktivitas dan kemaslahatan. Ia mengutip hadis Nabi yang menyatakan bahwa tanah yang dianggurkan adalah tanah yang bermasalah, dan siapa pun yang menghidupkannya berhak atas tanah tersebut.

“Islam sangat mendorong produktivitas. Profit yang diperoleh bukan hanya bersifat finansial, tetapi juga ekologis. Ketika lahan yang sebelumnya tidak produktif dihidupkan melalui wakaf hutan berkemajuan, maka kesejahteraan umat dan kelestarian lingkungan berjalan beriringan,” ujar Buya Anwar lewat keterangan tertulis.

Ketua MLH PP Muhammadiyah, M. Azrul Tanjung, menyampaikan, Muhammadiyah memiliki total lahan wakaf sekitar 219 juta meter persegi, dengan sekitar 12 juta meter persegi di antaranya belum produktif. Potensi tersebut dinilai strategis untuk dikembangkan dalam kerangka mitigasi perubahan iklim dan pemberdayaan ekonomi berbasis kawasan.

Hingga saat ini, MLH PP Muhammadiyah telah menanam 12 ribu pohon yang dirangkaikan dengan pelatihan kader lingkungan di berbagai wilayah, serta terintegrasi dengan skema perhutanan sosial seperti Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan kelompok hutan mangrove.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|