Daftar 11 Gempa Terbesar Sepanjang 2026, Flores Jadi yang Terbaru

1 hour ago 4


Harianjogja.com, JOGJA—Tahun 2026 menjadi salah satu periode dengan aktivitas seismik tinggi di berbagai kawasan dunia. Hingga pertengahan Agustus, tercatat sedikitnya 11 gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 atau lebih mengguncang sejumlah negara, mulai dari Malaysia, Jepang, Filipina, hingga Indonesia.

Gempa terbaru terjadi pada Sabtu (15/8/2026) dini hari di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik tersebut memiliki magnitudo 7,7 dengan pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Sementara itu, United States Geological Survey (USGS) mencatat lokasi gempa berada sekitar 68 kilometer barat laut Ende dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut memicu tsunami dengan ketinggian kurang dari satu meter dan diikuti sejumlah gempa susulan berkekuatan antara magnitudo 3,6 hingga 6,2.

Dengan kejadian di Flores, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling sering mengalami gempa besar sepanjang 2026 dengan total tiga peristiwa berkekuatan magnitudo 7 atau lebih.

Daftar 11 Gempa Besar Dunia Sepanjang 2026

1. Kota Belud, Malaysia – Magnitudo 7,1

Gempa pertama berkekuatan di atas magnitudo 7 pada 2026 terjadi pada 23 Februari di lepas pantai utara Borneo, sekitar 55 kilometer barat laut Kota Belud, Sabah, Malaysia.

Meski berkekuatan besar, gempa ini terjadi pada kedalaman sekitar 620 kilometer sehingga tidak menimbulkan kerusakan signifikan maupun korban jiwa.

2. Neiafu, Tonga – Magnitudo 7,5

Pada 24 Maret, wilayah Pasifik Selatan diguncang gempa kuat di dekat Neiafu, Tonga. Gempa ini menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Pasifik pada awal tahun.

3. Luganville, Vanuatu – Magnitudo 7,3

Enam hari berselang, tepatnya pada 30 Maret, gempa berkekuatan 7,3 magnitudo mengguncang wilayah Luganville, Vanuatu.

4. Bitung, Indonesia – Magnitudo 7,4

Indonesia mengalami gempa besar pertama pada 2026 ketika wilayah lepas pantai Bitung, Sulawesi Utara, diguncang gempa berkekuatan 7,4 magnitudo pada 2 April.

5. Miyako, Jepang – Magnitudo 7,4

Jepang kembali menghadapi aktivitas seismik tinggi setelah gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah dekat Miyako pada 20 April.

6. Kablalan, Filipina – Magnitudo 7,8

Gempa terbesar sepanjang 2026 sejauh ini terjadi di Kablalan, Filipina, pada 8 Juni. Gempa berkekuatan 7,8 magnitudo tersebut menyebabkan kerusakan besar di wilayah Mindanao bagian selatan.

7 dan 8. Venezuela – Magnitudo 7,2 dan 7,5

Pada 24 Juni, Venezuela mengalami dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan.

Gempa pertama berkekuatan 7,2 magnitudo, kemudian disusul gempa kedua berkekuatan 7,5 magnitudo dalam selang waktu kurang dari satu menit. Kedua gempa tersebut memicu kekhawatiran karena terjadi pada kedalaman dangkal yang berpotensi meningkatkan risiko kerusakan.

9. Puerto Madero, Meksiko – Magnitudo 7,3

Gempa berikutnya terjadi pada 17 Juli di lepas pantai negara bagian Chiapas, Meksiko. Gempa dangkal berkekuatan 7,3 magnitudo tersebut sempat memicu kewaspadaan di wilayah pesisir.

10. San Jose del Palmar, Kolombia – Magnitudo 7,4

Kolombia diguncang gempa berkekuatan 7,4 magnitudo pada 10 Agustus. Episentrum berada di wilayah San Jose del Palmar.

11. Nagekeo, Indonesia – Magnitudo 7,7

Gempa di Flores pada 15 Agustus menjadi gempa besar terbaru sekaligus salah satu yang terkuat sepanjang tahun ini.

Selain memicu tsunami kecil, gempa tersebut juga dirasakan di berbagai wilayah Indonesia bagian timur dan menyebabkan masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Indonesia dan Cincin Api Pasifik Masih Menjadi Wilayah Paling Aktif

Dari seluruh kejadian yang tercatat sepanjang 2026, sebagian besar gempa besar terjadi di kawasan yang berada dalam jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).

Wilayah ini membentang dari Asia Timur, Asia Tenggara, Pasifik Selatan, hingga pesisir barat benua Amerika dan dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas tektonik tertinggi di dunia.

Gempa di Indonesia, Filipina, Jepang, Tonga, dan Vanuatu menjadi contoh bagaimana kawasan tersebut masih menjadi pusat aktivitas seismik global.

Selain lokasi, kedalaman gempa juga menjadi faktor penting dalam menentukan dampak yang ditimbulkan. Gempa dangkal umumnya lebih berpotensi menimbulkan kerusakan dibandingkan gempa dalam.

Hal itu terlihat dari perbandingan antara gempa Malaysia yang terjadi pada kedalaman sekitar 620 kilometer dan tidak menimbulkan kerusakan berarti, dengan sejumlah gempa dangkal di Filipina maupun Venezuela yang memiliki potensi dampak jauh lebih besar.

Pentingnya Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Rangkaian gempa bumi besar sepanjang 2026 kembali menjadi pengingat bahwa bencana geologi dapat terjadi kapan saja, terutama di negara-negara yang berada di kawasan rawan gempa.

Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat, sistem peringatan dini, serta edukasi mitigasi bencana menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material saat bencana terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|