Delegasi WCI Kagum dengan Pura Pakualaman, Diplomasi Budaya Jogja

3 hours ago 1

Delegasi WCI Kagum dengan Pura Pakualaman, Diplomasi Budaya Jogja Delegasi WCI terpukau Pura Pakualaman Jogja. Diplomasi budaya dan batik jadi sorotan konferensi perempuan dunia 2026. - Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan delegasi perempuan dari berbagai negara yang tergabung dalam ajang internasional Welcome Clubs International (WCI) Biennial Conference dibuat terpukau saat mengunjungi Pura Pakualaman, Kamis (30/4/2026) sore. Kunjungan ini menegaskan peran Jogja sebagai pusat diplomasi budaya berbasis kearifan lokal.

Kehadiran para delegasi di Jogja menjadi bagian dari rangkaian konferensi global yang dipandu oleh Women’s International Club Jakarta, dengan Yogyakarta dipilih karena kekuatan sejarah dan keberlanjutan tradisi budayanya.

Ketua WCI Biennial Conference, Nina Handoko, menyebut kunjungan ke Pakualaman bukan sekadar wisata, melainkan ruang dialog budaya lintas negara yang memperkuat peran perempuan dalam pelestarian tradisi.

“Bagaimana woman empowerment tetap mengapresasi culture heritage dan pendidikan bisa memberdayakan semua perempuan,” jelasnya, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, setelah menjalani agenda padat di Jakarta, suasana tenang dan sarat nilai sejarah di Pakualaman menjadi pengalaman kontras yang memperkaya perspektif para peserta konferensi.

“Tujuan utama konferensi ini adalah untuk membangun spirit kebersamaan antara para wanita dari berbagai belahan dunia. Sekaligus menggerakan bagaiman kita bisa berkontribusi dibidang women empowerment sembari memberi kembali untuk komunitas masing-masing,” sambungnya.

Andong Warnai Perjalanan Delegasi di Jantung Kota

Agenda kunjungan ke Pakualaman menjadi puncak kegiatan budaya dalam konferensi bertema ‘Bridging Traditions and Transformations: Empowering Women through Education and Cultural Heritage in a Changing World’.

Nuansa khas Jogja sudah terasa sejak awal perjalanan, ketika sekitar 30 andong membawa para delegasi menyusuri kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta sebelum tiba di lokasi.

Ketua WIC Jakarta, Tari Arsita, menyebut kunjungan ini menjadi penutup rangkaian agenda konferensi di Jakarta dan Jogja.

“Kunjungan ke Pura Pakulaman ini menjadi penutup dari rangkaian acara yang ada di Jakarta dan Jogja,” terangnya.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut langsung oleh GKBRAA Paku Alam atau Gusti Putri, yang menyapa hangat para tamu dalam suasana akrab di lingkungan istana.

Batik Jadi Medium Inovasi dan Pelestarian

Gusti Putri dikenal aktif mengembangkan batik sebagai media pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Perannya dinilai penting dalam menjaga relevansi warisan budaya di tengah arus globalisasi.

Tari Arsita menjelaskan bahwa kunjungan ini juga bertujuan memperlihatkan bagaimana batik dikembangkan melalui inovasi motif yang tetap berpijak pada tradisi.

“Kemudian apa yang kita lakukan dengan dukungan Gusti Putri di Pakualaman, beliau ingin menunjukan bagaimana peranan perempuan dalam mengembangkan warisan budaya melalui batik. Dengan memberikan inovasi karya-karya, motif-motif yang dari dulu ada, dikembangkan oleh Gusti Putri. Jadi pengembangan dari motif yang lama, untuk kemudian menghadapi situasi dunia yang berkembang tetap bisa eksis,” ujarnya.

Selain itu, para delegasi mengikuti tur singkat menjelajahi arsitektur khas Jawa-Eropa di kompleks Pakualaman, termasuk Bangsal Sewatama, Gedhong Parakarsa, hingga Gedhong Purwaretna yang menjadi daya tarik visual sekaligus objek dokumentasi.

Ketua Program WCI Biennial Conference di Yogyakarta, Danie Prakosa, menilai pemilihan Pakualaman sejalan dengan misi organisasi dalam memperkuat pertukaran budaya global.

“Karena kita ingin mengenal budaya, yang dikembangkan dalam WCI ini adalah aspek budaya dari berbagai negara. Jadi bisa relevan dengan tema kita,” ungkap Danie.

Rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan jamuan makan malam (royal dinner) di lingkungan Pakualaman, di mana para delegasi kembali disuguhi pameran batik tulis karya Gusti Putri yang memperlihatkan kekayaan budaya Jogja di panggung internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|