Karyawan beraktivitas di salah satu bank.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, kondisi perbankan nasional dinilai masih stabil. Hal ini menjadi penopang penting bagi masyarakat yang menyimpan dana di sektor keuangan.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mencatat, seluruh perusahaan jasa keuangan yang diperingkat pada kuartal I 2026 memiliki outlook stabil. Sepanjang periode tersebut, terdapat 73 publikasi pemeringkatan dari 40 perusahaan.
Head of Financial Institutions Ratings Division PEFINDO, Danan Dito menyatakan, meski tekanan global meningkat, ketahanan sektor perbankan masih terjaga, terutama dari sisi kondisi keuangan.
“Walaupun risiko secara makro meningkat, dari sisi finansial ketahanan perbankan masih sangat kuat,” ujarnya dalam taklimat media yang digelar daring, Rabu (15/4/2026).
Menurut dia, kepercayaan masyarakat terhadap perbankan juga masih menjadi faktor penting yang menjaga stabilitas sektor ini.
Namun demikian, PEFINDO mengingatkan adanya risiko yang perlu diwaspadai, salah satunya pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat memengaruhi kepercayaan pasar.
“Pelemahan rupiah bisa berdampak pada kepercayaan, baik dari investor maupun pelaku usaha,” katanya.
Di sisi lain, ketidakpastian global membuat lembaga pemeringkat mulai lebih berhati-hati dalam melihat prospek ke depan. Sejumlah proyeksi pertumbuhan dinilai berpotensi terkoreksi.
“Belum sampai menurunkan peringkat, tetapi kami menjadi lebih konservatif dalam memproyeksikan ke depan,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, sektor perbankan dinilai masih mampu menjaga stabilitas di tengah tekanan global, meski tetap perlu mewaspadai dinamika eksternal yang dapat memengaruhi kinerja ke depan.

3 hours ago
1

















































