Wapres AS: Trump Sedang Mengejar Kesepakatan Besar dengan Iran

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Wakil Presiden Amerika Serikat J. D. Vance mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mengejar kesepakatan secara menyeluruh dengan Iran dan bukan perjanjian terbatas. Berbicara di sebuah acara di Georgia, Selasa (14/4/2026), Vance menggambarkan bahwa negosiasi yang sedang berlangsung saat ini merupakan bagian dari strategi lebih luas seiring dengan gencatan senjata yang telah berlaku selama hampir sepekan.

"Yang menarik tentang ini adalah kita memiliki gencatan senjata yang sudah berjalan, saya pikir enam atau tujuh hari sekarang. Gencatan senjata itu masih bertahan," kata Vance.

Dia pun menambahkan bahwa Trump tidak ingin membuat "kesepakatan kecil". "Dia (Trump) ingin membuat kesepakatan besar dan pada dasarnya apa yang dia tawarkan kepada Iran sangat sederhana. Dia mengatakan bahwa 'jika Iran bersedia bertindak seperti negara normal, maka kami bersedia memperlakukan Iran secara ekonomi seperti negara normal'. Trump tidak menginginkan kesepakatan kecil," jelasnya.

AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan di Islamabad, Pakistan, dalam pembicaraan pada akhir pekan lalu. Pembicaraan itu merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengakhiri serangan AS-Israel terhadap Iran yang diluncurkan sejak 28 Februari hingga menewaskan lebih dari 3.300 orang, sebelum gencatan senjata dua pekan disepakati pekan lalu.

Vance pun mengakui bahwa kesepakatan akhir belum tercapai setelah perundingan tersebut. Menurut dia, hal itu disebabkan karena adanya desakan dari pemerintahan Trump agar Iran tidak memiliki senjata nuklir.

"Presiden (Trump) benar-benar menginginkan kesepakatan di mana Iran tidak memiliki senjata nuklir," tegasnya.

AS dan Israel menuduh Iran menjalankan program nuklir dan rudal yang mengancam kawasan, sementara Teheran menegaskan programnya bersifat damai dan membantah mencari senjata nuklir. Vance mengatakan negosiasi masih akan terus berlanjut dan menyatakan optimisme terhadap dampak global jika kesepakatan tercapai.

"Kami akan terus bernegosiasi. Ini akan sangat baik bagi dunia, negara kami, dan semua pihak," katanya.

Sementara itu, Trump juga menyatakan optimisme bahwa pembicaraan langsung dengan Iran dapat segera dilanjutkan, bahkan dalam dua hari ke depan di Pakistan. Vance juga mengakui masih adanya ketidakpercayaan antara kedua pihak.

"Anda tidak bisa menyelesaikan masalah itu dalam semalam, tetapi kami bernegosiasi dengan itikad baik dan akan terus melakukannya," ujar Vance.

sumber : Antara, Anadolu

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|