REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sony Music Entertainment kembali mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan generator musik berbasis kecerdasan buatan (Al), Udio. Dalam gugatan terbaru, Sony menuduh perusahaan rintisan tersebut secara ilegal menyalin lebih dari 30 ribu lagu dari artis-artis seperti Beyonce, Harry Styles, dan Elvis Presley untuk melatih model Al mereka.
Gugatan baru itu diajukan pada Senin di Pengadilan Distrik Amerika Serikat. Langkah tersebut dilakukan setelah Sony menemukan bukti kuat bahwa sebanyak 30.117 lagu di bawah naungan mereka, ada dalam kumpulan data pelatihan Udio.
Sebelumnya, Sony bersama Universal Music Group dan Warner Music Group telah menggugat Udio serta pesaingnya, Suno, pada Juni 2024. Namun bulan lalu, Hakim Pengadilan Distrik AS Alvin Hellerstein menolak permintaan Sony untuk memasukkan dugaan pelatihan AI ilegal ke dalam gugatan awal. Karenanya, Sony mengajukan gugatan baru untuk melindungi karya-karyanya.
Dalam dokumen gugatan, Sony menyatakan hukum hak cipta mengharuskan perusahaan Al mendapatkan izin dari pemegang hak sebelum menggunakan rekaman suara yang dilindungi untuk mengembangkan produk komersial. Tanpa penerapan aturan hak cipta yang jelas, layanan Al dinilai dapat menggerus nilai karya seni.
"Dan jika dibiarkan tanpa batasan hukum yang sudah lama berlaku, produk-produk Al semacam itu dapat menggantikan, alih-alih mendukung, kreativitas manusia yang sejati," kata Sony seperti dilansir laman Variety, Rabu (22/7/2026).
Perwakilan Udio belum memberikan tanggapan mengenai gugatan terbaru ini. Namun pada April lalu, Udio mengakui model AI-nya dilatih menggunakan lagu-lagu berhak cipta yang tersedia di YouTube. Namun, perusahaan tersebut membela diri dengan menyatakan bahwa proses pelatihan itu termasuk dalam kategori penggunaan wajar.
"Pelatihan model Al masih terbilang wajar karena platform kami menggunakam proses teknologi yang berlangsung di belakang layar dan tidak terlihat oleh pengguna, dengan tujuan menghasilkan produk baru yang tidak melanggar hak cipta," kata Udio.
Perselishan antara Sony Music dan Udio terjadi di tengah meningkatnya perdebatan mengenai penggunaan karya berhak cipta untuk melatih sistem kecerdasan buatan. Berbagai sektor industri media dan hiburan, mulai dari studio film Hollywood, label musik, hingga organisasi berita, kini berupaya mencari keseimbangan antara pemanfaatan teknologi Al dan perlindungan hak cipta.

2 hours ago
2













































