Paket menu yang didistribusikan berupa onigiri ayam, telur rebus, kurma, apel, susu.
Korban Keracunan Usai Mengkonsumsi Menu MBG Tengah Mendapatkan Perawatan di RSUD Cibabat, Kota Cimahi pada Rabu (25/2/2026) Malam.
REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi sudah melakukan pengecekan langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 02 untuk memastikan penyebab keracunan puluhan siswa dan guru. Paket menu yang didistribusikan pada Rabu (25/2/2026) berupa onigiri ayam, telur rebus, kurma, apel, dan susu.
Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati mengungkapkan, SPPG yang memproduksi 2.662 paket menu MBG itu belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Meskipun hasil uji laboratorium sampel air, makanan dan minuman, hingga usap alat makan sebagai syarat penerbitan sertifikat tersebut sudah dilakukan.
"Hasil labnya sudah keluar, sudah negatif, bagus hasilnya untuk penerbitan SLHS. Tapi belum diterbitkan (SLHS)," kata Mulyati saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2028).
Namun, pihaknya belum menerbitkan SLHS untuk SPPG tersebut karena belum melengkapi syarat pendukung lainnya. Seperti surat permohonan penerbitan SLHS, denah atau lay out serta dokumen ketetapan SPPG dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Pihaknya juga sudah membawa sejumlah sampel langsung dari SPPG Karangmekar 02 untuk dilakukan pengujian. Selain sampel makanan yang sudah dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat. Pihaknya masih menunggu hasil pengujian untuk mengetahui penyebab keracunan usai mengonsumsi MBG tersebut.
"Soal penyebab pasti makanan yang memicu keracunan masih harus menunggu hasil uji laboratorium, sehingga kita ambil sampelnya. Dinkes ada SOP kaitan dalam inspeksi kesehatan lingkungan, cara pengolahan makanan, dan yang paling penting kebersihan lingkungan," imbuhnya.

6 days ago
12
















































