Dirut LPDP: Anak Pejabat atau Figur Publik Diminta Gunakan Skema Bayar Setengah

6 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kini tengah disorot, usai viral alumni LPDP berinisial DS yang menyebut ‘cukup saya WNI, anak jangan’. Dengan viralnya kasus tersebut, publik semakin menyoroti kriteria-kriteria para penerima beasiswa (awardee), setelah sempat juga ramai diperbincangkan soal anak pejabat ataupun sosok publik figur yang ikut menjadi awardee LPDP.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu nama Mutiara Baswedan disorot karena mendapatkan beasiswa LPDP. Sebab ia merupakan anak dari Anies Baswedan, yang ialah Gubernur DKI Jakarta periode 2017—2022 dan Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI periode 2014—2016).

Tak hanya anak pejabat, sederet publik figur juga memperoleh beasiswa bergengsi tersebut. Diantaranya, Tasya Kamila, Maudy Ayunda, dan Gita Gutawa. Tasya Kamila misalnya, baru-baru ini diperbincangkan publik di media sosial karena mengunggah konten ‘laporan kontribusi sebagai alumni awardee LPDP’. Banyak yang mengkritik soal kontribusinya yang dianggap tidak besar.

Dinamika para penerima beasiswa LPDP tersebut menjadi polemik tersendiri bagi masyarakat, mengingat awardee memanfaatkan dana hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah, yang sumbernya berasal dari pajak alias uang rakyat.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama LPDP Sudarto menyampaikan, pihaknya mengarahkan bagi masyarakat yang merupakan anak pejabat ataupun sebagai publik figur dan atau keluarga mampu, disarankan memilih opsi beasiswa parsial, artinya ada skema pendanaan bersama antara LPDP dengan individu awardee.

“Khusus untuk bapak-bapak, ibu-ibu, dan keluarga yang mampu, kami membuka kesempatan partial funding. Artinya, ini imbauan kalau bapak ibu mampu, memilihlah yang bukan full funding tetapi yang partial funding, dimana 50 persen dari LPDP dan 50 persen dari anda sendiri. Sehingga kita bisa lebih banyak membiayai beasiswa,” jelasnya.

Di samping itu, Sudarto menekankan, LPDP telah mengalokasikan sekitar 25 persen dana beasiswa adalah beasiswa afirmasi. Para penerima beasiswa afirmasi yakni meliputi masyarakat yang tinggal di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), masyarakat pra-sejahtera, dan masyarakat berkebutuhan khusus. LPDP juga menyediakan beasiswa untuk masyarakat yang berprestasi di bidang olahraga.

“Di tiga tahun terakhir ini kita usahakan sekitar 30 persen. Jadi, artinya bahwa LPDP ini karena jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhan jumlah yang harusnya kuliah, yakni 29 juta, maka LPDP memang benar-benar fokus untuk mencari top of the top talent Indonesia untuk bisa mengakses pendidikan tinggi dunia, tapi harus inklusif,” jelasnya. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|