Proses pelayanan jemput bola aktivasi IKD di Panggungharjo. Sebanyak 1.012 warga tercatat berhasil menyelesaikan proses aktivasi IKD. Dok Pemkal Panggungharjo
Harianjogja.com, BANTUL—Akses aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) kian mendekat ke warga Bantul seusai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul menggelar layanan jemput bola di Kalurahan Panggungharjo, Sewon, yang melayani 1.012 penduduk dalam satu hari.
Kegiatan terpusat di Balai Kalurahan Panggungharjo itu digelar pada Selasa (27/1/2026) sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 13.00 WIB, dengan antrean yang tertib dan alur pelayanan yang cepat berkat kolaborasi pemerintah kalurahan, perangkat wilayah, serta warga.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, menilai pola jemput bola membuat proses lebih efektif karena layanan hadir langsung di lingkungan warga.
"Kegiatan dipusatkan di Balai Kalurahan Panggungharjo itu berlangsung pada Selasa kemarin, pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 1.012 warga tercatat berhasil menyelesaikan proses aktivasi IKD."
Ia mengapresiasi kedisiplinan warga dan dukungan pemerintah kalurahan yang membuat pelayanan berjalan lancar.
“Warga yang datang relatif banyak, tertib, dan pelayanan kami telah kami lakukan secara maksimal. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Panggungharjo dan Pemerintah Kalurahan Panggungharjo. Mudah-mudahan kerja sama ini terus terjalin dengan baik,” ungkap Kwintarto, Rabu (28/1/2026).
Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Bantul, Jumakir, yang menilai pendekatan layanan langsung ke wilayah warga relevan bagi masyarakat dengan keterbatasan waktu.
“Layanan jemput bola seperti ini sangat membantu masyarakat. Kalau masih ada sasaran di Panggungharjo, khususnya di tingkat padukuhan, yang belum aktivasi karena kesibukan kerja pagi atau siang hari, monggo bisa dikoordinasikan kembali dengan Dinas Dukcapil agar kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan lagi,” ujar Jumakir.
Kelancaran antrean turut ditopang sistem informasi yang responsif. Tim Pengelola Sistem Informasi Desa (PSID) Panggungharjo secara berkala memperbarui kondisi antrean melalui Saluran WhatsApp Pemerintah Kalurahan, lalu meneruskannya ke berbagai grup WhatsApp warga, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan waktu kedatangan.
Arin, warga Kampung Jogoripon, Padukuhan Geneng, yang tergabung dalam Grup WhatsApp Kampoeng Dongkelan, mengaku terbantu karena bisa memantau situasi layanan dari ponsel.
“Proses download aplikasinya cepat sekali, pengisian data juga ringkas dan mudah. Pelayanannya ramah dan sigap. Begitu saya datang langsung disambut dan ditanya apakah ada kendala. Setelah itu saya antre, isi data, dan prosesnya sangat cepat. Singkat, jelas, dan mantap,” ujar Arin.
Sebagai informasi, Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan inovasi administrasi kependudukan yang memungkinkan warga mengakses KTP elektronik dan data kependudukan lain secara digital melalui gawai, sehingga masyarakat tidak selalu perlu membawa dokumen fisik saat mengakses layanan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































