Dividen dari Perusahan Bir untuk Pemprov Jakarta Turun Signifikan, Tren Kopi Disebut Gerus Pasar

1 month ago 22

Ilustrasi minuman keras (miras).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan patungan Provinsi Jakarta, PT Delta Djakarta Tbk, melaporkan telah memberikan dividen sebesar Rp 36,154 miliar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta pada 2024. Angka dividen yang diberikan perusahaan bir itu mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan pada 2023, yaitu sebesar Rp 59,066 miliar.

Sales Diretor PT Delta Djakarta, Ronny Titiheruw, mengatakan, penjualan minuman keras yang diproduksi perusahaannya mengalami penurunan pada 2024. Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan angka penjualan menurun, beberapa di antaranya adalah karena adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan harga minyak goreng.

"Di awal 2024 mungkin kalau teman-teman ingat kita ada kenaikan BBM, ada juga kenaikan inflasi karena kenaikan harga minyak goreng. Saya masih ingat, dan juga kenaikan cukai pak, cukai minol (minuman beralkohol) itu naik di 1 Januari 2024," kata dia saat rapat bersama Komisi B DPRD Provinsi Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Menurut dia, kombinasi dari berbagai faktor itulah yang membuat penjualan bir dari PT Delta Djakarta mengalami penurunan. Ia mengeklaim, penurunan penjualan minuman keras tak hanya dirasakan oleh perusahaannya, melainkan juga secara keseluruhan oleh produsen lainnya.

"Penurunan sebesar kira-kira kalau saya nggak salah 5-6 persen, dan ini juga ditambah faktor yang sampai sekarang masih terjadi, adanya peningkatan konsumsi minuman lain seperti kopi," kata Ronny.

Ia mengungkapkan, saat ini kopi menjadi minuman yang sangat trendy. Alhasil, banyak peminum bir dari kalangan milenial dan gen z beralih mengonsumsi kopi ketika berkumpul.

"Nongkrong itu, duduk minumnya non-alkohol, kopi itu, dan ini banyak juga menyebabkan penurunan konsumsi (bir)," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|