DKI kemarin, layanan kesehatan korban banjir hingga pembangunan embung.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggratiskan layanan kesehatan bagi korban banjir di ibu kota, Selasa (27/1/2026). Langkah ini diambil untuk meringankan beban masyarakat dan mencegah penyakit yang mungkin timbul akibat banjir.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa seluruh layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Jakarta akan diberikan secara gratis. "Untuk yang terdampak banjir kalau di Jakarta semuanya gratis," ujarnya saat ditemui di Jakarta Timur.
Modifikasi Cuaca dan Penghargaan UHC
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan menyemai 3,2 ton natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) di langit sekitar Jakarta. Kepala Pelaksana BPBD, Isnawa Adji, menyatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk menekan curah hujan tinggi.
Pemerintah DKI Jakarta juga mendapatkan penghargaan kategori utama Universal Health Coverage (UHC) 2026. Penghargaan ini diberikan atas upaya pemerintah dalam memastikan akses layanan kesehatan yang adil bagi seluruh warga. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, berharap pencapaian ini bisa menjadi teladan bagi daerah lain.
Kesehatan Pascabanjir dan Pembangunan Embung
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir seperti batuk, pilek, dan leptospirosis. Kepala Suku Dinas Kesehatan, Sahruna, menyatakan penyakit-penyakit ini, meskipun ada, jarang terjadi.
Selain itu, Pemprov DKI memastikan pembangunan embung dan penataan drainase di Kawasan Terpadu Cakung Barat akan dimulai pada 2026. Rencana ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah banjir di masa depan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
4
















































