DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu

1 hour ago 4

DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu

Ilustrasi, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih (kiri) meninjau kondisi jalan rusak di ruas Karangtengah-Bejiharjo di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Senin (31/8/2026)./Harian Jogja-David Kurniawan\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi C DPRD Gunungkidul meminta Pemkab Gunungkidul memastikan seluruh proyek infrastruktur yang masuk dalam program 2026 berjalan sesuai rencana. Selain mengejar penyelesaian tepat waktu, kualitas pekerjaan juga menjadi perhatian agar pembangunan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat tidak bermasalah.

Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Rian Eko Wibowo mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program penting yang dijalankan pemkab. Sejumlah pekerjaan telah masuk dalam agenda APBD 2026, mulai dari perbaikan jalan rusak, pembangunan fisik gedung perkantoran, penyediaan sarana air bersih hingga lanjutan tempat konservasi burung di Kalurahan Giritirto, Purwosari.

Menurut Rian, saat ini sudah memasuki triwulan akhir tahun sehingga sejumlah proyek fisik mulai dikerjakan sesuai dengan perencanaan yang dimiliki. Komisi C DPRD Gunungkidul pun berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses pembangunan tersebut.

“Tentu akan terus kami awasi dan direncanakan melihat langsung ke lokasi pengerjaan guna melihat dari proses pengerjaannya,” kata Rian.

DPRD Soroti Risiko Pekerjaan Mepet Akhir Kontrak

Rian menilai proyek fisik memiliki arti penting karena banyak pembangunan yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi diminta melakukan monitoring dan pengawasan secara berkala.

Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai dengan perancanaan. Selain itu, langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kemoloran pekerjaan yang dapat berdampak terhadap capaian penyerapan anggaran.

“Tidak boleh molor. Terpenting lagi kualitas dari pengerjaan harus terjaga, makanya butuh pengawasan secara intesif,” katanya.

Ia tidak menampik bahwa pelaksanaan pembangunan telah memiliki ketentuan yang tertuang dalam kontrak yang ditandatangani. Meski demikian, Rian meminta pekerjaan tidak dikerjakan secara mepet dengan batas akhir kontrak karena kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kualitas pembangunan di lapangan.

“Belum lagi kalau mepet akhir tahun sudah masuk musim hujan sehingga bisa berpengaruh terhadap jalannya pembangunan. intinya, kami tidak ingin ada proyek pemkab yang molor pembangunannya,” katanya.

Sejumlah Proyek Strategis Gunungkidul

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Tommy Darlianto mengatakan terdapat sejumlah proyek strategis bupati yang menjadi fokus pembangunan tahun ini.

Beberapa di antaranya adalah perbaikan jalan Umbulrejo-Genjahan di Kapanewon Ponjong dengan nilai Rp3 miliar. Ada pula lanjutan pembangunan tempat konservasi burung senilai Rp5 miliar.

Selain itu, pembangunan gedung dinas kesehatan memiliki nilai Rp7,4 miliar. Pemkab Gunungkidul juga menyiapkan pembangunan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Tepus senilai Rp770 juta hingga wacana pembangunan TK Negeri Gedangsari senilai Rp1 miliar.

Menurut Tommy, beberapa proyek tersebut sudah mulai dikerjakan berdasarkan kontrak yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan rekanan pemenang Lelang.

“Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan lancar sehingga selesai tepat waktu,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|