Kekeringan Landa 17 Kapanewon di Gunungkidul, 14 Juta Liter Air Bersih Disalurkan

3 hours ago 4

Kekeringan Landa 17 Kapanewon di Gunungkidul, 14 Juta Liter Air Bersih Disalurkan

Warga membawa air bersih seusai diolah dari mesin pembersih air di wilayah Kapanewon Tepus, Gunungkidul, Senin (7/9/2026). Antara/HO-Bidhumas Polda DIY

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kekeringan yang melanda Gunungkidul semakin meluas. Hingga Jumat (18/9/2026), sebanyak 17 kapanewon tercatat telah mendapatkan bantuan air bersih dengan total penyaluran mencapai 2.811 tangki atau setara 14,05 juta liter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memastikan distribusi air bersih masih akan berlanjut. Penyaluran diperkirakan berlangsung hingga akhir November 2026 karena musim kemarau diprediksi masih terjadi sampai dasarian pertama November.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengatakan BPBD pada tahun ini memperoleh alokasi awal sebanyak 800 tangki air bersih. Seluruh alokasi tersebut telah habis disalurkan kepada masyarakat yang mengalami krisis air.

“Makanya kita meminta tambahan anggaran dengan mengakses anggaran Belanja Tak Terduga [BTT] milik pemkab,” kata Edy, Jumat (18/9/2026).

2.811 Tangki Air Bersih Sudah Disalurkan

Penyaluran air bersih tidak hanya dilakukan BPBD Gunungkidul. Kapanewon juga ikut mendistribusikan bantuan kepada warga berdasarkan hasil koordinasi penanganan krisis air.

Edy menjelaskan, hingga saat ini kapanewon telah menyalurkan 2.011 tangki. Setiap tangki memiliki kapasitas 5.000 liter.

Jika digabungkan dengan distribusi BPBD, jumlah bantuan yang telah diberikan mencapai 2.811 tangki. Volume air bersih yang tersalurkan mencapai 14,05 juta liter.

“Jumlah ini masih bisa bertambah karena ada penyaluran dari pihak swasta yang memberikan bantuan, tapi belum masuk pendataan,” katanya.

Artinya, angka tersebut belum mencakup seluruh bantuan air bersih yang diterima masyarakat Gunungkidul. Bantuan dari pihak swasta masih belum masuk dalam pendataan BPBD.

BPBD Dapat Tambahan 5.100 Tangki

Distribusi air bersih dipastikan belum berhenti. BPBD Gunungkidul telah mendapatkan tambahan alokasi melalui anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebanyak 5.100 tangki.

“Tambahan ini dipergunakan membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih di 18 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, membenarkan adanya tambahan anggaran tersebut. Menurut dia, pemerintah kabupaten telah menyetujui penggunaan BTT sehingga distribusi air bersih dapat kembali dilakukan setelah anggaran awal BPBD habis.

“Untuk anggaran di BPBD sudah habis sejak akhir Agustus, maka minta penambahan melalui BTT,” katanya.

17 Kapanewon Sudah Terima Bantuan

Purwono mengatakan dampak kemarau panjang membuat wilayah yang mengalami kekeringan di Gunungkidul terus meluas. Berdasarkan pendataan hingga saat ini, sebanyak 17 kapanewon telah mendapatkan bantuan air bersih melalui distribusi BPBD maupun kapanewon.

“Yang belum ada bantuan air bersih hanya di Kapanewon Playen. Untuk Karangmojo sudah ada droping yang diberikan ke warga di Kalurahan Jatiayu,” katanya.

Dengan demikian, Kapanewon Playen menjadi satu-satunya kapanewon yang belum mendapatkan bantuan air bersih berdasarkan data yang disampaikan Purwono. Sementara itu, untuk Karangmojo, distribusi telah dilakukan kepada warga di Kalurahan Jatiayu.

Distribusi Air Bersih hingga Akhir November

BPBD Gunungkidul merencanakan distribusi air bersih berlangsung hingga akhir November. Kebijakan tersebut mempertimbangkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai periode musim kemarau di wilayah tersebut.

Purwono mengatakan kemarau diprediksi berlangsung hingga dasarian pertama November. Karena itu, bantuan air bersih tidak langsung dihentikan ketika hujan mulai turun.

“Awal musim hujan, bantuan masih tetap disalurkan karena stok yang dimiliki warga belum banyak. Makanya, kami rencanakan droping dilaksanakan sampai akhir November,” katanya.

Dengan tambahan alokasi 5.100 tangki dari BTT, BPBD Gunungkidul masih memiliki dukungan untuk melanjutkan distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyaluran tersebut mencakup masyarakat yang membutuhkan air bersih di 18 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|