DPRD bidik Rp20 miliar lipat gandakan kapasitas olah sampah Bogor.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat mengusulkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk pengadaan mesin pengering sampah di TPPAS Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah yang saat ini dinilai belum optimal.
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Prasetyawati, menekankan pentingnya langkah ini dalam mengatasi darurat sampah di Bogor Raya dan sekitarnya. Saat ini, kapasitas pengolahan hanya mencapai 50 ton per hari, jauh dari target layanan regional yang diharapkan.
Meskipun ada progres positif, TPPAS Lulut-Nambo masih mengalami kendala dalam produksi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif dari sampah padat. Prasetyawati menyebut bahwa hambatan utama terletak pada terbatasnya proses pengeringan sampah, yang berdampak pada rendahnya volume produksi RDF.
Prasetyawati memperkirakan dengan dukungan teknologi mesin pengering yang memadai, efisiensi pengolahan sampah bisa melonjak hingga empat kali lipat, mencapai 200 ton per hari. Komisi IV berkomitmen mengawal usulan penambahan fasilitas ini pada tahun anggaran mendatang.
Dengan suntikan dana sekitar Rp20 miliar, diharapkan solusi jangka panjang ini dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan di Jawa Barat. "Kami akan mendorong agar pada APBD berikutnya dapat dialokasikan anggaran untuk perbaikan fasilitas dan penambahan alat, sehingga TPPAS Lulut–Nambo dapat beroperasi lebih optimal," tutur Prasetyawati.
DPRD Provinsi Jawa Barat berharap peningkatan kapasitas di TPPAS Lulut-Nambo dapat menjadi model pengelolaan sampah regional yang berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah penyangga ibu kota.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 month ago
15
















































