Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan keterangan pers di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen serta akan mengambil serangkaian langkah lanjutan untuk merespons masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mundurnya sejumlah pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpotensi menekan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai kondisi tersebut dapat memicu aliran modal keluar (capital outflow) dan meningkatkan tekanan pada nilai tukar rupiah.
"Dampaknya adalah menurunnya trust investor terhadap prospek ekonomi, memicu aliran modal keluar," ujar Bhima saat dihubungi Republika di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Bhima mengatakan situasi ini terjadi di tengah momentum yang sensitif. Menjelang bulan Ramadan, ucap dia, pelemahan rupiah berisiko mendorong imported inflation sehingga laju inflasi bisa lebih tinggi dibandingkan periode normal.
"Rupiah dipertaruhkan, sebentar lagi ramadhan, pelemahan kurs rupiah dapat memicu imported inflation sehingga inflasi lebih tinggi dari periode yang normal," ucap Bhima.
Menurut Bhima, dampak lanjutan juga dirasakan di pasar modal, khususnya bagi perusahaan yang berencana melantai di bursa. Ketidakpastian ini membuat rencana penawaran saham perdana (IPO) berpotensi tertunda hingga kondisi pasar kembali kondusif.
"Imbas lain perusahaan yang mau listing ke bursa saham jadi tertunda sampai bursa lebih kondusif," lanjut Bhima.
Dari sisi sektor perbankan, Bhima menyebut risiko usaha ikut meningkat seiring memburuknya sentimen ekonomi. Hal ini mendorong bank menjadi lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit ke sektor riil.
"Bagi perbankan implikasinya risiko naik, penyaluran kredit jadi lebih hati-hati," kata Bhima.
sumber : ANTARA

2 hours ago
3
















































