REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan ekonomi kreatif Indonesia telah menjadi mesin baru ekonomi nasional.
“Selama satu tahun berjalan, kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional,” ujar Menekraf Riefky dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Menekraf Riefky menegaskan target pengembangan ekonomi kreatif sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 tidak hanya tercapai, tetapi juga melampaui sasaran.
Capaian positif tersebut tercermin dari data investasi dan ketenagakerjaan. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi ekonomi kreatif pada semester I tahun 2025 telah mencapai 66 persen atau sebesar Rp 90,12 triliun dari target investasi sebesar Rp 123,9–136,3 triliun.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif mencapai 27,4 juta orang, melampaui target RPJMN 2025 sebesar 25,55 juta orang. “Faktanya, ekonomi kreatif Indonesia bukan akan, tetapi telah menjadi mesin baru ekonomi nasional,” katanya.
Menekraf Riefky mengatakan kreativitas anak bangsa di Indonesia memiliki akar budaya yang kuat dan membutuhkan sentuhan inovasi teknologi di era digital, sehingga local heroes dapat naik kelas ke tingkat nasional maupun internasional.
Riefky juga mengungkapkan rencana penguatan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi industri kreatif berbasis Kekayaan Intelektual (KI) pada tahun 2026 dengan plafon mencapai Rp 10 triliun.
Skema ini memungkinkan pelaku industri kreatif memperoleh kredit berkisar Rp 100 juta hingga Rp 500 juta per wirausaha, dengan KI yang saat ini dapat digunakan sebagai agunan pendukung.
Langkah tersebut diharapkan dapat memudahkan akses pembiayaan, memperkuat ekosistem kreatif, serta mendorong lahirnya KI unggulan yang berdaya saing tinggi. “Meski saat ini masih sebatas agunan pendukung, tetapi sudah bisa digunakan dan lebih mempermudah pemilik KI untuk mengajukan KUR ke bank,” imbuhnya.
Hal ini disampaikan Menekraf Riefky dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Autograph Tower, Jakarta, Kamis (29/1).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan koordinasi lintas kementerian dalam mendorong pengembangan industri kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Menko PM Muhaimin Iskandar berdiskusi langsung dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya terkait arah kebijakan serta target penguatan industri kreatif pada 2026.
Koordinasi ini juga membahas tantangan keterbatasan anggaran yang dinilai masih membatasi ruang intervensi pemerintah dalam mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif secara lebih masif.
“Kita sangat berharap dan akan terus meyakinkan Presiden dan Menteri Keuangan agar anggaran intervensi Kementerian Ekonomi Kreatif semakin luas dan meningkat sesuai kebutuhan. Yang paling penting, intervensinya bisa lebih masif,” tutur Muhaimin Iskandar.
“Sementara konsentrasi pada KI lokal bisa menuju nasional dan yang sudah nasional bisa go global. Bukan hanya KI, tetapi juga industrinya bisa menjadi lebih besar,” tambahnya.
sumber : Antara

1 hour ago
2
















































