Faktor Gaya Hidup Modern yang Diam-Diam Mengancam Kesuburan Pria

2 hours ago 3

Kesuburan pria (ilustrasi). Gaya hidup modern dikaitkan dengan gangguan kesuburan pria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah kesuburan pria masih menjadi topik yang jarang dibicarakan. Beban untuk memiliki keturunan biasanya lebih banyak dilimpahkan kepada perempuan. Padahal, infertilitas pria merupakan kondisi yang nyata dan perlu mendapat perhatian yang sama.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Monika Gupta, mengungkapkan bahwa gaya hidup modern dikaitkan dengan gangguan kesuburan pria. Faktor-faktor seperti stres, kualitas tidur yang buruk, serta minim aktivitas fisik memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan reproduksi pria.

"Sebagian besar percakapan tentang kesuburan berkisar pada pola makan, usia, atau kondisi medis yang mendasarinya. Sementara itu, stres, kualitas tidur, atau minim aktivitas fisik, jarang dibahas. Padahal kebiasaan-kebiasaan ini lebih berpengaruh pada kesehatan reproduksi pria," kata dr Gupta dikutip dari Hindustan Times, Selasa (23/6/2026).

Dia kemudian menjelaskan lebih detail mengapa tiga faktor tersebut bisa berpengaruh pada kesuburan pria. Berikut penjelasannya:

1. Stres kronis

Dokter Gupta mengatakan stres kronis berperan besar pada kualitas sperma, keseimbangan hormon, dan kesuburan secara menyeluruh. la menjelaskan, dunia kerja yang penuh tuntutan dan konektivitas tanpa henti membuat banyak pria sulit mendapatkan waktu istirahat. Akibatnya, stres menjadi bagian dari keseharian banyak pekerja.

Meskipun stres sesekali mumnya tidak menimbulkan risiko besar, tekanan psikologis yang berlangsung dalam jangka panjang dapat berdampak negatif pada sistem reproduksi pria. Sejumlah penelitian menunjukkan tingkat stres yang tinggì berkaitan dengan penurunan konsentrasi sperma, melemahnya motilitas atau kemampuan gerak sperma, serta meningkatnya kemungkinan morfologi sperma yang tidak normal.

"Kortisol tampakya berperan di sini. Hormon ini mengganggu sinyal hormonal yang mengatur produksi sperma dan kadar testosteron. Stres juga cenderung mengikis kualitas tidur dan disiplin diet, yang hanya memperdalam masalah mendasar dari waktu ke waktu," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|