
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta, Jumat (14/8/2026).
JOGJA—Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta, Jumat (14/8/2026).
Pemutaran khusus yang berlangsung pukul 18.45 WIB tersebut dihadiri penerbit, rekan-rekan penulis, media, Key Opinion Leader (KOL), content creator, penonton umum, serta anak-anak istimewa. Secara keseluruhan, lebih dari 200 orang hadir dalam acara tersebut.
Para KOL, content creator, dan penonton terpilih mendapatkan kesempatan menyaksikan film Istimewa lebih awal sebelum resmi tayang serentak di bioskop Indonesia pada 17 September 2026.
Turut hadir Ayah Mansuri, sosok nyata yang menjadi inspirasi utama film Istimewa. Menurutnya, film yang disutradarai Ruben Adrian dan dibintangi Mathias Muchus, Ajil Ditto, Agus Kuncoro, Yanni Melwani, Ence Bagus, serta enam anak istimewa tersebut tidak hanya mengangkat sebuah kisah, tetapi juga membawa pesan agar masyarakat memberikan ruang yang lebih besar bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan mereka.
“Teman-teman disabilitas bukan untuk dikasihani, tetapi diberdayakan dan diberi ruang untuk berkreasi, menunjukkan dirinya, serta memperlihatkan bakat dan kreativitas yang mereka miliki. Mereka sebenarnya mempunyai mental yang jauh lebih kuat dibandingkan kita. Ini yang kami harapkan agar publik semakin sadar bahwa teman-teman disabilitas harus mendapatkan ruang untuk berkreasi dan menunjukkan dirinya,” ujar Ayah Mansuri.
Yogyakarta menjadi kota keempat dalam rangkaian perjalanan film Istimewa. Ayah Mansuri mengaku terharu melihat antusiasme dan penerimaan masyarakat Yogyakarta, termasuk respons penonton yang merasa film tersebut mengingatkan mereka terhadap sosok ayah.
“Banyak yang mengatakan film ini mengingatkan mereka terhadap sosok ayah. Saya sangat terharu karena antusias dan penerimaan di Jogja luar biasa. Semoga tanggal 17 September nanti masyarakat Jogja bisa melihat bagaimana film ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Jogja benar-benar istimewa,” ungkapnya.
Special screening ini juga menjadi pengalaman pertama bagi KOL dan content creator untuk menyaksikan film Istimewa secara utuh sebelum penayangan resminya. Pengalaman dan respons personal mereka diharapkan dapat membuka ruang percakapan yang lebih luas mengenai film serta pesan tentang keluarga, penerimaan, dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
“Ini menjadi momen penting karena teman-teman KOL dan content creator mendapatkan pengalaman pertama terhadap film Istimewa. Respons personal setelah menonton diharapkan bisa menjadi cerita yang mereka bagikan kepada audiens masing-masing, sehingga pesan film dapat menjangkau lebih banyak orang secara organik,” ujar Bintang Austerity selaku Media & KOL Relations.
Trailer dan poster resmi film Istimewa sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube dan media sosial resmi Kairos Film selaku production house. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































