Gabah Dibeli Bulog Rp 6.500/Kg, Zulhas Wanti-wanti Petani Ini

1 week ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku turut senang mendengar kabar bahwa petani cukup senang saat harga gabah kering panen (GKP) acuan ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kg. Zulhas mengatakan bahwa para petani di berbagai daerah di Indonesia senang dengan harga acuan gabah saat ini

"Tadi dilaporkan, Alhamdulillah kita syukuri, sekarang para petani senang dimana-mana karena harga gabah sudah Rp 6.500 per kg," kata Zulhas dalam konferensi pers setelah rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kemenko Pangan, Graha Mandiri, Senin (24/3/2025).

Zulhas mengatakan bahwa Perum Bulog telah bekerja keras untuk membayar gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kg. Dengan begitu, Bulog sudah berhasil dalam menjaga harga gabah ditingkat petani.

Konferensi Pers Rakortas terkait penugasan dan penyerapan jagung oleh Bulog, (dari kiri) Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Hadi dan Dirut Perum Bulog Mayjen Novi Helmy Prasetya di Jakarta, Senin (24/3/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Konferensi Pers Rakortas terkait penugasan dan penyerapan jagung oleh Bulog, (dari kiri) Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Hadi dan Dirut Perum Bulog Mayjen Novi Helmy Prasetya di Jakarta, Senin (24/3/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Konferensi Pers Rakortas terkait penugasan dan penyerapan jagung oleh Bulog, (dari kiri) Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Hadi dan Dirut Perum Bulog Mayjen Novi Helmy Prasetya di Jakarta, Senin (24/3/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

"Sekali lagi, bulog sudah bekerja keras kami terima kasih, para petani senang, gabahnya Rp 6.500 per kg, bahkan di beberapa tempat lebih dari Rp 6.500 per kg," ujar Zulhas.

Meski begitu, Zulhas memberikan pesan penting kepada para petani, terutama terkait panen beras. Pihaknya mengatakan bahwa jika tanaman padi belum masuk masa panen, petani diharapkan untuk tidak memanen terlebih dahulu.

"Tapi kami juga mohon, kalau petani sudah dibeli harga bagus ya juga dijaga kualitasnya, jangan sampai karena mau lebaran belum waktunya panen dipanen, kalau memang belum waktunya panen jangan dipanen, tunggu aja nanti setelah Lebaran kalau tapi kalau sudah waktunya panen silahkan karena kita harus jaga juga mutunya, kalau nggak nanti kan nggak bisa disimpan, nggak bisa diproses," pungkasnya.


(chd/wur)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Zulhas Sulap Sampah Bantar Gebang Jadi Bahan Bakar Energi

Next Article Turun ke Sawah Hingga Naik Mesin Combine, Zulhas Panen Raya di Subang

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|