Gardu ANIEM, gardu listrik bersejarah peninggalan Hindia-Belanda terdampak pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi.
REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Gardu listrik peninggalan Hindia-Belanda di Kota Cimahi, Jawa Barat terdampak pembangunan underpass Jalan Gatot Subroto (Gatsu). Gardu Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij (ANIEM) itu merupakan objek diduga cagar budaya (ODCB).
"Dampak pembangunan underpass terhadap bangunan heritage hanya kena gardu listriknya saja," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).
Meski begitu, Ngatiyana memastikan Gardu Listrik ANIEM itu tidak akan dibongkar apalagi dihancurkan karena merupakan ODCB peninggalan Hindia-Belanda yang diperkirakan dibangun tahun 1920-an. ANIEM merupakan sebuah perusahaan listrik yang didirikan di Hindia Belanda di bawah perusahaan Maintz & Co. untuk memproduksi dan memasok listrik di Pulau Jawa.
"Gardu yang merupakan cagar budaya itu tidak dirusak, tapi kita alihkan atau geser tempatnya. Sehingga tidak mengurangi bentuk dari cagar budaya tersebut," tegas Ngatiyana.
Pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Jawa Barat telah dikerjakan sejak pertengahan Agustus 2026. Proyek jalan terowongan yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat itu ditargetkan rampung Desember 2026.
Berdasarkan data dari laman LPSE Provinsi Jawa Barat, harga kontrak proyek pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto itu mencapai Rp126.487.779.120 yang dikerjakan PT Modern Widya Techical. Proyek itu di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat.
"Target akhir Desember selesai," ucap Ngatiyana.

3 days ago
12















































