REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood Group) menyalurkan donasi pendidikan senilai lebih dari Rp 400 juta sebagai bagian dari komitmennya mendukung pendidikan inklusif. Bantuan diberikan kepada santri hafidz tunanetra, siswa berprestasi, hingga anak-anak prasejahtera melalui Program Orang Tua Asuh (POTA) Garudafood.
Donasi untuk santri tunanetra disalurkan melalui Sekolah Relawan berupa beasiswa tunai dan perlengkapan sekolah, seperti baju muslim dan sepatu. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Dian Astriana, kepada Ketua Yayasan Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin, Ade Ismail, dan Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al Anshor, Dedi Supriyadi.
Dian menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan belajar, termasuk mereka yang hidup dengan keterbatasan. “Melalui dukungan nyata ini, kami berupaya menciptakan ruang belajar yang setara agar setiap anak memiliki kesempatan berkembang tanpa diskriminasi,” ujarnya.
Apresiasi datang dari pihak penerima. Ketua Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin, Ade Ismail, menyebut dukungan Garudafood meringankan beban biaya sekaligus memotivasi para santri tunanetra untuk terus mengejar cita-cita. Sekolah Relawan sebagai mitra sejak 2019 juga menilai kontribusi sektor swasta penting untuk membuka akses pendidikan.
“Dengan hadirnya dukungan ini, para santri penerima manfaat diharapkan semakin termotivasi untuk belajar, berprestasi, dan berkontribusi membangun bangsa di masa depan,” kata Thea Rahmani, Director of Integrated Marketing & Programs Sekolah Relawan.
Tak hanya itu, Garudafood juga akan menyalurkan donasi bagi siswa berprestasi dan anak prasejahtera dalam puncak perayaan HUT ke-35 perusahaan di Car Free Day Jakarta pada 31 Agustus 2025. Donasi akan diserahkan langsung oleh jajaran Komisaris dan Direksi Garudafood kepada perwakilan penerima.
Dian menambahkan bahwa donasi ini merupakan inisiatif berkelanjutan, bukan sekadar acara seremonial. “Program Orang Tua Asuh (POTA) dirancang untuk mewujudkan pendidikan inklusif bagi anak-anak dari berbagai latar belakang,” ujarnya.
Momentum HUT ke-35 juga menjadi refleksi perjalanan Garudafood yang konsisten menjaga kinerja bisnis sekaligus memberi kontribusi sosial. Tahun ini, Garudafood kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 dan Fortune Indonesia 100, menegaskan posisinya sebagai produsen makanan dan minuman terkemuka sekaligus mitra pembangunan bangsa.