Gempa M6,2 Guncang Sulteng, BNPB Catat Satu Korban Meninggal

2 hours ago 5

Gempa M6,2 Guncang Sulteng, BNPB Catat Satu Korban Meninggal

Seismograf gempa bumi - Ilustrasi/StockCake

Harianjogja.com, JAKARTA—Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M)6,2 mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Sabtu (15/8/2026) malam. BNPB melaporkan satu orang meninggal dunia yang diduga mengalami serangan jantung ketika gempa terjadi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih memantau perkembangan dampak gempa tersebut. Petugas gabungan juga melakukan pendataan kerusakan dan dampak guncangan di sejumlah wilayah yang terdampak.

Gempa terjadi pada pukul 23.25 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 0,25° Lintang Utara dan 120,22° Bujur Timur. Gempa tersebut memiliki kedalaman 44 kilometer.

Pusat gempa tercatat berada 74 kilometer barat daya Parigi Moutong, 86 kilometer timur laut Donggala, 91 kilometer barat daya Tolitoli, dan 133 kilometer timur laut Palu.

Berdasarkan hasil analisis, gempa M6,2 tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.

Guncangan Gempa Terasa hingga Palu

Di Kabupaten Parigi Moutong, guncangan gempa dirasakan cukup kuat selama kurang lebih 10 detik. Sementara itu, warga Kota Palu merasakan guncangan selama 10 hingga 20 detik.

Kondisi tersebut sempat membuat sebagian warga Palu berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Dampak gempa juga dilaporkan terjadi pada bangunan. Berdasarkan laporan sementara BNPB, dua gedung kantor pemerintahan mengalami kerusakan dan tingkat kerusakannya masih dalam proses verifikasi melalui pemeriksaan lapangan.

Sementara itu, satu korban meninggal dunia dilaporkan dalam kejadian tersebut. Korban diduga meninggal akibat serangan jantung saat gempa berlangsung.

BPBD Lakukan Asesmen Dampak Gempa

BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan asesmen cepat.

Pemantauan secara ketat masih dilakukan untuk mengidentifikasi seluruh dampak yang muncul setelah gempa M6,2 mengguncang Sulteng.

Di sisi lain, BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi ancaman bencana lain. Salah satunya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta memastikan struktur bangunan tempat tinggal dalam kondisi aman.

Apabila terjadi guncangan susulan, masyarakat diharapkan segera melindungi kepala dan menuju ruang terbuka yang aman.

"BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap kejadian bencana di daerah. Masyarakat diimbau mengikuti informasi dan arahan resmi dari BNPB, BPBD, BMKG, Basarnas serta pemerintah daerah dan segera melaporkan kondisi darurat maupun dampak bencana yang membutuhkan penanganan," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|