Gempa NTT Lumpuhkan 200 BTS, Sikka dan Ende Paling Terdampak

44 minutes ago 3

Jumali

Jumali Sabtu, 15 Agustus 2026 17:27 WIB

Gempa NTT Lumpuhkan 200 BTS, Sikka dan Ende Paling Terdampak

Ilustrasi tower BTS - Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Gangguan jaringan telekomunikasi terjadi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur setelah gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan pemantauan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sebanyak 200 site atau base transceiver station (BTS) mengalami gangguan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 16,35% dari total BTS yang teridentifikasi berada di wilayah terdampak.

Gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa berada di Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Selain memicu tsunami kecil dan gempa susulan, bencana ini juga berdampak pada infrastruktur telekomunikasi yang menjadi tulang punggung komunikasi masyarakat.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan pemantauan dan koordinasi dengan operator seluler terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan.

“Sebanyak 16,35 persen BTS di wilayah yang teridentifikasi terdampak mengalami gangguan,” ujar Wayan Toni Supriyanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Gangguan Dipicu Listrik Padam dan Jaringan Transmisi

Komdigi menjelaskan gangguan yang terjadi tidak hanya disebabkan kerusakan pada infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga akibat terganggunya pasokan listrik dan jaringan transmisi setelah gempa.

Hasil pemantauan sementara menunjukkan tiga operator seluler besar terdampak di sejumlah wilayah, yakni Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Ooredoo Hutchison.

Pada jaringan Telkomsel, sejumlah BTS tidak berfungsi normal akibat pemadaman listrik di kawasan terdampak. XLSmart melaporkan gangguan layanan terutama di area yang berada dekat dengan pusat gempa.

Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison masih melakukan pemantauan intensif melalui tim teknis untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan di lapangan.

Selain faktor listrik, operator juga melaporkan adanya gangguan pada jaringan transmisi yang berpengaruh terhadap kualitas layanan telekomunikasi di beberapa daerah.

Sikka Jadi Wilayah dengan BTS Terdampak Terbanyak

Data Komdigi menunjukkan Kabupaten Sikka menjadi daerah dengan jumlah BTS terdampak paling banyak.

Dari total 192 BTS yang beroperasi di wilayah tersebut, sebanyak 51 BTS mengalami gangguan atau sekitar 26,56 persen.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Ende dengan 31 BTS terdampak dari total 118 BTS yang tersedia. Kabupaten Flores Timur menyusul dengan 26 BTS terdampak dari 161 BTS eksisting.

Berikut rincian BTS yang terdampak gempa di masing-masing wilayah:

  • Kabupaten Sikka: 51 BTS terdampak dari 192 BTS (26,56%)
  • Kabupaten Ende: 31 BTS terdampak dari 118 BTS (26,27%)
  • Kabupaten Flores Timur: 26 BTS terdampak dari 161 BTS (16,15%)
  • Kabupaten Manggarai: 22 BTS terdampak dari 150 BTS (14,67%)
  • Kabupaten Manggarai Barat: 17 BTS terdampak dari 141 BTS (12,06%)
  • Kabupaten Manggarai Timur: 16 BTS terdampak dari 80 BTS (20,00%)
  • Kabupaten Ngada: 13 BTS terdampak dari 101 BTS (12,87%)
  • Kabupaten Nagekeo: 11 BTS terdampak dari 73 BTS (15,07%)
  • Kabupaten Lembata: 10 BTS terdampak dari 73 BTS (13,70%)
  • Kabupaten Timor Tengah Utara: 3 BTS terdampak dari 134 BTS (2,24%)

Secara keseluruhan, terdapat 200 BTS yang masih dalam proses pemulihan hingga Sabtu pagi.

Komdigi Terus Pantau Pemulihan Jaringan

Komdigi melalui Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) terus memperbarui kondisi jaringan melalui dashboard monitoring yang terhubung dengan operator telekomunikasi.

Pemantauan juga dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan penyelenggara layanan telekomunikasi.

Menurut Wayan, kondisi jaringan pascabencana dapat berubah dengan cepat sehingga pembaruan data dilakukan secara berkala berdasarkan laporan lapangan dan hasil monitoring operator.

“Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan,” katanya.

Komdigi menegaskan keselamatan petugas menjadi prioritas utama sebelum proses perbaikan dilakukan di lokasi terdampak.

Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

Di tengah proses pemulihan jaringan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, serta instansi penanggulangan bencana.

Pemerintah memastikan perkembangan kondisi jaringan telekomunikasi akan terus dipantau dan diinformasikan secara berkala sesuai situasi terbaru di lapangan.

Gangguan komunikasi yang terjadi di sejumlah wilayah diharapkan dapat segera pulih sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan informasi, komunikasi darurat, dan koordinasi penanganan bencana pascagempa Flores.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|