Genjot Transisi Energi, Pemerintah Bentuk Satgas JETP

3 days ago 13

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah membentuk satuan tugas atau satgas untuk program Just Energy Transition Partnership (JETP).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Indonesia tetap menetapkan target 31,89% secara mandiri hingga 43% apabila mendapatkan dukungan finansial internasional di tahun 2030.

"Nah untuk mencapai target tersebut pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau," ujar Airlangga dalam konferensi pers, Senin (24/3/2025).

Satgas ini dibentuk memiliki 4 kelompok kerja yaitu energi hijau, industri hijau, kemitraan dan investasi hijau serta pengembangan sosial ekonomi dan sumber daya manusia.

Airlangga menjelaskan pembentukan satgas ini dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap program JETP kendati Amerika Serikat keluar dari inisiatif pendanaan transisi energi tersebut.

Pasalnya, Presiden AS, Donald Trump mencabut negaranya dari Perjanjian Iklim Paris (Paris Agreement), sehingga Negeri Paman Sam tidak harus mematuhi sejumlah aturan terkait emisi seperti penggunaan bahan bakar fosil.

"Walaupun Amerika mengundurkan diri. Jadi ini komitmen untuk JETP dilanjutkan targetnya adalah untuk mendukung transisi energi di Indonesia menuju net zero emission di tahun 2060 atau lebih cepat," ujar Airlangga.

Kini, inisiatif pendanaan transisi energi tersebut dipimpin oleh Jerman dan Jepang yang tergabung dalam International Partners Group (IPG).

"Kami menunjukkan komitmen yang kuat terhadap tetap bergabung dan berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia untuk membuat transisi energi yang berhasil untuk masa depan Indonesia," ujar Perwakilan Kedutaan Besar Jepang, Nagai Katsuro dalam konferensi pers Senin (24/3/2025).

Sejauh ini, JETP telah menerima dukungan komitmen pendanaan internasional sebesar US$ 1,1 miliar untuk 54 proyek. Adapun 9 proyek mendapatkan pendanaan dalam bentuk pinjaman atau ekuitas.

Sementara 45 proyek lainnya menerima hibah senilai 233 juta dolar AS.

Negara-negara maju yang tergabung dalam International Partners Group (IPG) juga telah mengamankan jaminan senilai US$ 1 miliar melalui Multilateral Development Banks (MDB) Guarantee untuk mempercepat pelaksanaan proyek-proyek transisi energi bersih.

Airlangga pun mengungkapkan bahwa ada satu program JETP yang diharapkan bisa beroperasi pada 2027. Yakni, program biotermal di Muara Labuh, Sumatera Barat.

"Kemudian juga ada beberapa proyek yang dalam pipeline (3:05) baik itu photovoltage seperti di Saguling. Kemudian juga ada beberapa proyek lain seperti dekarbonisasi atau phasing out dari carbon power itu juga masuk dalam pembahasan," ujar Airlangga.

Selain itu juga ada beberapa proyek yang lain termasuk waste to energy yang diusulkan untuk segera masuk di dalam pipeline. Yakni proyek di Legok Nangka di Jawa Barat.

"Selanjutnya pemerintah akan terus melakukan koordinasi antar kementerian kemudian juga diharapkan pencairan daripada financing berbagai moda ini bisa terus didorong," ujarnya.


(mij/mij)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Digitalisasi

Next Article Hashim Klaim AS Berkomitmen Lanjutkan JETP US$ 20 M untuk Indonesia

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|