GT Mojosongo Ditutup Seusai Truk Terguling di Tol Solo-Semarang

2 hours ago 2

GT Mojosongo Ditutup Seusai Truk Terguling di Tol Solo-Semarang Truk bermuatan snack terguling di Tol SoloSemarang KM 482 Boyolali, GT Mojosongo sempat ditutup sementara untuk evakuasi. - Istimewa.

Harianjogja.com, BOYOLALI—Arus lalu lintas di ruas Tol Solo–Semarang sempat terganggu setelah sebuah truk pengangkut snack terguling di jalur A KM 482 Simpang Susun Exit Tol Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (28/1/2026). Kecelakaan tersebut menyebabkan muatan camilan berhamburan di badan jalan dan memaksa penutupan sementara Gerbang Tol Mojosongo.

Penutupan dilakukan untuk memperlancar proses evakuasi kendaraan serta pembersihan muatan yang berserakan di sekitar lokasi kejadian. Setelah seluruh proses penanganan selesai, Gerbang Tol Mojosongo kembali dibuka dan dapat dilalui pengguna jalan seperti biasa.

Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Boyolali, Iptu Bambang Nova, menjelaskan kecelakaan lalu lintas itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Truk dengan nomor polisi BB 8682 LF tersebut dikemudikan oleh Aris Ardiyanto, 34, warga Lorong, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Bambang saat dihubungi, Rabu sore.

Bambang menerangkan, truk tersebut mengangkut muatan snack dengan berat kurang dari 10 ton dan melaju dari arah barat ke timur, yakni dari Semarang menuju Solo. Namun, setibanya di lokasi kejadian, pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, gangguan pada sistem pengereman menjadi penyebab utama kecelakaan. Kondisi jalan yang menanjak dan menikung ke arah Exit Tol Mojosongo memperparah situasi hingga truk oleng ke kiri dan akhirnya terguling.

“Sehingga truk oleng ke kiri kemudian terguling karena posisi jalan berupa tanjakan dan tikungan menuju Exit Tol Mojosongo,” jelasnya.

Ia mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar selalu memastikan kondisi kendaraan dan kesiapan fisik sebelum melakukan perjalanan, terutama di ruas tol dengan kontur menanjak dan berkelok.

“Selalu cek kendaraan sebelum perjalanan dan hindari muatan berlebihan agar risiko kecelakaan bisa diminimalkan,” tandas Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Espos

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|