Gunung Marapi Kembali Erupsi pada 3 Maret 2026, Status Waspada

4 hours ago 3

Gunung Marapi Kembali Erupsi pada 3 Maret 2026, Status Waspada Arsip-Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengalami erupsi. ANTARA - Muhammad Zulfikar

Harianjogja.com, JAKARTA—Aktivitas Gunung Marapi kembali menunjukkan peningkatan. Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan gunung api di Sumatera Barat itu mengalami erupsi pada Selasa (3/3/2026) pukul 02.19 WIB. Statusnya hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan letusan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 mm dan berlangsung sekitar 1 menit 25 detik. Meski aktivitas terekam jelas pada alat pemantau, kolom abu tidak terlihat dari pos pengamatan.

Sebelumnya, pada Minggu (28/2/2026) sore, Marapi menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.500 meter. Gunung api bertipe strato yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar itu memang masih fluktuatif dalam beberapa hari terakhir.

“Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II/Waspada,” ujar Lana dalam keterangan resminya.

Radius 3 Kilometer Dikosongkan

Badan Geologi mengimbau masyarakat, termasuk pendaki dan wisatawan, tidak mendekati pusat aktivitas di Kawah Verbeek dalam radius tiga kilometer. Area tersebut dinilai berpotensi terdampak lontaran material vulkanik.

Warga yang bermukim di sekitar lembah, bantaran sungai, dan aliran yang berhulu di puncak Marapi juga diminta siaga terhadap ancaman lahar, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan memakai masker untuk mencegah gangguan pernapasan.

Selain itu, publik diminta tetap tenang, tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya, dan mengikuti arahan resmi pemerintah daerah.

Pemerintah daerah seperti Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, serta Kabupaten Agam diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Pos Pengamatan Gunung Marapi untuk mendapatkan pembaruan informasi aktivitas vulkanik secara berkala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|