Jamaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi ka’bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023). Jutaan jamaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak nash yang menyebutkan berbagai keutamaan ibadah haji, di antaranya pahala haji yang mabrur sebanding nilainya dengan jihad.
Dijelaskan KH Ahmad Sarwat dalam buku Ibadah Haji: Rukun Islam Kelima terbitan Rumah Fiqih, jihad fi sabilillah adalah salah satu ibadah yang sangat istimewa dan berpahala besar. Memang wajar apabila seseorang yang berjihad mendapatkan karunia dan balasan yang amat besar, mengingat jihad sangat berat.
Selain harus meninggalkan kampung halaman serta jauh dari anak dan istri, untuk berjihad juga dibutuhkan kekuatan, kemampuan, dan keterampilan. Yang lebih penting, jihad membutuhkan harta yang cukup banyak.
Karena itu, banyak sahabat Rasulullah SAW yang menangis bercucuran air mata saat dinyatakan tidak layak untuk ikut berjihad. Di antara mereka yang sangat kecewa karena tidak bisa ikut berjihad lantaran tidak memenuhi syarat adalah para wanita sahabiyah.
Maka Allah SWT memberikan salah satu keringanan berupa ibadah haji, yang nilainya setara dengan jihad di sisi Allah. Hal itu dapat dipastikan dari riwayat Aisyah Ummul Mukminin RA.

10 hours ago
2














































