
Stasiun Lempuyangan tampak depan./bpcbdiy.kemdikbud.go.id
Harianjogja.com, JOGJA— Stasiun Lempuyangan akan ditata menjadi stasiun yang khusus melayani angkutan penumpang. Sementara itu, layanan angkutan barang yang saat ini masih tersedia di stasiun tersebut nantinya akan dialihkan ke Stasiun Brambanan.
PT KAI Daop 6 Jogja menyiapkan penataan Stasiun Lempuyangan secara bertahap hingga mencapai bentuk akhir atau ultimate pada 2028. Perubahan tersebut juga mencakup pemisahan akses penumpang berdasarkan jenis layanan kereta.
Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogja Feni Novida Saragih mengatakan penataan dilakukan untuk mengubah fungsi Stasiun Lempuyangan menjadi stasiun yang fokus melayani penumpang.
“Stasiun Lempuyangan nanti khusus untuk angkutan penumpang. Kalau sekarang masih ada angkutan barang juga, nantinya angkutan barang akan kita alihkan ke Stasiun Brambanan,” katanya, Rabu (23/9/2026).
Setelah penataan rampung, Stasiun Lempuyangan akan melayani penumpang kereta jarak jauh, kereta lokal, maupun KRL.
Akses Penumpang Dipisahkan
Penataan Stasiun Lempuyangan juga akan mengubah pola akses penumpang. Nantinya, stasiun tersebut memiliki dua muka atau dua akses pelayanan yang dipisahkan berdasarkan layanan kereta.
“Stasiun yang selatan itu khusus untuk jarak jauh, nanti utara akan khusus untuk lokal atau KRL,” ujarnya.
Saat ini, penumpang kereta jarak jauh maupun lokal masih menggunakan satu pintu masuk. Melalui konsep baru tersebut, akses penumpang akan dipisahkan sesuai dengan layanan kereta yang digunakan.
Selain pemisahan akses di dalam stasiun, KAI juga membangun jalur khusus menuju kawasan Stasiun Lempuyangan.
Jalan yang saat ini digunakan kendaraan menuju stasiun nantinya difungsikan sebagai jalur khusus untuk aktivitas naik dan turun penumpang. Sementara kendaraan masyarakat yang hanya melintas tidak akan masuk ke kawasan stasiun.
Kendaraan yang sekadar melintas nantinya akan dialihkan melalui jalan raya yang sedang dibangun.
“Langkah awal adalah kita memisahkan akses jalan raya menuju stasiun dan juga akses jalan raya umum. Jadi masyarakat yang memang hanya lewat tidak akan masuk ke area stasiun,” katanya.
Tahap Pertama Bangun Jalan Raya Khusus
Feni mengatakan pembangunan penataan Stasiun Lempuyangan saat ini masih berada pada tahap pertama. Fokus tahap awal tersebut adalah pembangunan jalan raya khusus.
Tahap pertama ditargetkan selesai sebelum akhir 2028. Sementara itu, Stasiun Lempuyangan dengan konsep ultimate ditargetkan sudah beroperasi pada 2028.
Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya PT KAI meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas transportasi. KAI juga berupaya mengintegrasikan akses menuju stasiun dengan transportasi lanjutan atau first mile dan last mile.
“Sekarang kita fokus lebih untuk meningkatkan konektivitas. Bagaimana masyarakat semakin mudah dalam mengakses layanan transportasi first mile dan juga last mile-nya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































