Newswire Rabu, 23 September 2026 11:57 WIB

Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific
Harianjogja.com, MATARAM— Tim gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bergerak melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Puncak Setampol Torean, kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani NTB Astekita Ardi mengatakan lokasi kebakaran berada di luar jalur pendakian Gunung Rinjani.
"Lokasi kejadian kebakaran berada di luar jalur pendakian Gunung Rinjani," kata Astekita di Mataram, Rabu (23/9/2026).
Kebakaran hutan dan lahan tersebut terjadi di kawasan Puncak Setampol, Resor Torean pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 18.50 Wita.
Tim Pemadam Diberangkatkan Rabu
Menindaklanjuti laporan kebakaran, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menyiapkan tim pemadaman awal. Tim tersebut juga ditugaskan melakukan penilaian terhadap tingkat dan luasan kebakaran di lokasi kejadian.
Namun, keberangkatan tim tidak dilakukan pada malam saat laporan diterima. Faktor keselamatan personel menjadi pertimbangan karena kejadian berlangsung ketika hari telah memasuki malam.
"Mempertimbangkan faktor keselamatan personel dan waktu kejadian yang telah memasuki malam hari, keberangkatan tim dilaksanakan pada hari ini (Rabu)," katanya.
Hingga informasi awal disampaikan, petugas masih melakukan penilaian di lapangan. Data mengenai luas area yang terbakar, penyebab kebakaran, kondisi vegetasi yang terdampak, serta perkembangan penanganan masih dalam proses penilaian.
Balai TNGR juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait penanganan kebakaran di Puncak Setampol.
Informasi mengenai perkembangan kebakaran selanjutnya akan disampaikan berdasarkan hasil pemantauan serta laporan petugas yang berada di lapangan.
"Petugas saat ini sedang melakukan upaya pemadaman," kata Astekita.
Pendaki Diimbau Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan
Balai TNGR turut mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Rinjani Lombok.
Imbauan tersebut disampaikan karena kondisi cuaca saat ini telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut membuat pengunjung, termasuk para pendaki, diminta lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
"Kondisi cuaca saat ini telah memasuki musim kemarau, kami mengimbau para pendaki tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran sampah yang dapat menyebabkan kebakaran lahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































